BERITA TERKAIT

Maison Aela Bali Dorong Transformasi Paradise Indonesia, Dari Lifestyle Destination ke Quiet Luxury

Paradise Indonesia mulai menggeser pendekatan dari sekadar pengembangan kawasan menjadi pengalaman hidup yang lebih personal. Maison AÉLA di Sanur menjadi salah satu wujud arah baru tersebut.

PropertiTerkini.com(BALI) — Tidak semua transformasi dalam industri properti hadir dalam skala besar. Sebagian justru muncul dalam bentuk yang lebih sunyi—lebih personal—dan lebih dekat dengan cara orang ingin hidup hari ini.

Arah perubahan ini mulai terlihat dalam langkah Paradise Indonesia Group yang memperdalam transformasinya. Tidak lagi berhenti pada pengembangan kawasan komersial dan lifestyle destination, perusahaan bergerak ke pendekatan yang lebih personal—menghadirkan hunian yang tidak hanya bernilai investasi, tetapi juga pengalaman hidup.

Baca Juga: Maison AELA Perkuat Portofolio Paradise Indonesia Melalui 11 Villa Mewah di Sanur Bali

Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, dalam pernyataannya kepada PropertiTerkini.com beberapa waktu menegaskan bahwa perubahan ini berangkat dari cara pandang baru terhadap properti.

“Properti harus terasa, digunakan, dan diingat oleh pengunjung,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah strategi perusahaan yang tidak lagi hanya berfokus pada produk, tetapi pada pengalaman. Dalam praktiknya, ini diterjemahkan melalui penguatan portofolio berbasis aset penghasil pendapatan seperti hotel dan komersial, untuk menciptakan recurring income yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Di saat yang sama, Paradise Indonesia juga membuka ruang baru melalui diversifikasi produk yang lebih spesifik.

Maison AÉLA Bali, Ketika Hunian Menjadi Pengalaman yang Lebih Personal

Langkah ini terlihat jelas melalui peluncuran Maison AÉLA di Sanur, Bali. Proyek ini tidak hadir sebagai pengembangan berskala besar, melainkan sebagai koleksi villa boutique yang dirancang dengan pendekatan yang lebih intimate.

Baca Juga: Dari Hype ke Ekosistem, Transformasi 88 Plaza Balikpapan di Tengah Pasar Properti yang Semakin Selektif

Berbeda dengan proyek komersial yang mengandalkan traffic dan aktivitas, Maison AÉLA justru dibangun di atas konsep quiet luxury living—sebuah pendekatan yang menempatkan ketenangan, privasi, dan kualitas ruang sebagai nilai utama.

Direktur Paradise Indonesia Group, Patrick Rendradjaja, menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari pengamatan terhadap perubahan preferensi pasar.

“Kami melihat adanya pergeseran kebutuhan, dimana konsumen tidak lagi hanya mencari hunian sebagai aset, tetapi juga sebagai ruang untuk menikmati hidup dengan lebih tenang dan personal,” katanya.

Maison AÉLA hanya terdiri dari 11 unit villa, masing-masing dengan empat kamar tidur, kolam renang privat, taman, hingga rooftop terrace. Setiap unit dirancang dengan konsep turnkey, sehingga dapat langsung digunakan tanpa proses tambahan.

Namun, yang menjadi kekuatan utama bukan pada jumlah unit atau spesifikasi teknis, melainkan pada pendekatan ruang yang ditawarkan.

Baca Juga: Membaca Arah Baru Gaya Hidup: Strategi Paradise Indonesia (INPP) di Tengah Dinamika Properti 2026

Konsep seperti Lifted Garden Courtyard menghadirkan ruang hijau komunal yang bebas kendaraan, sementara akses privat menuju pantai memperkuat pengalaman tinggal yang lebih eksklusif. Di sini, ruang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi bagian dari ritme hidup yang lebih lambat dan terkurasi.

Sanur dan Nilai “Kelangkaan” dalam Properti Premium

Pemilihan Sanur sebagai lokasi juga menunjukkan strategi yang lebih terukur. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu area yang lebih stabil di Bali, dengan karakter yang lebih tenang dibandingkan pusat wisata lain seperti Seminyak atau Canggu.

Dengan ketersediaan lahan yang semakin terbatas, produk baru di kawasan ini memiliki nilai kelangkaan yang tinggi. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga nilai investasi jangka panjang.

Baca Juga: 88 Plaza Balikpapan Hadirkan Urban District Modern Mulai Rp3 Miliar

Patrick Rendradjaja menambahkan bahwa pendekatan pengembangan di kawasan seperti Sanur tidak bisa dilakukan secara agresif.

“Pengembangan di lokasi yang sudah matang harus lebih sensitif terhadap karakter kawasan. Bukan menciptakan sesuatu yang baru secara drastis, tetapi menyatu dengan apa yang sudah ada,” ungkapnya.

Pendekatan ini terlihat dari desain Maison AÉLA Bali yang tidak berusaha menonjol secara berlebihan, tetapi justru memperkuat identitas kawasan sebagai destinasi hunian yang tenang dan nyaman.

Dari Mixed-Use ke Boutique Living, Strategi yang Saling Melengkapi

Jika ditarik ke level yang lebih luas, langkah ini bukan perubahan arah, melainkan perluasan strategi.

Paradise Indonesia tetap mengembangkan proyek mixed-use sebagai fondasi utama bisnis, dengan integrasi fungsi komersial, hospitality, dan residensial dalam satu kawasan. Model ini terbukti mampu menciptakan aktivitas yang berkelanjutan dan menjadi sumber recurring income.

Baca Juga: Paradise Indonesia Mantap Jaga Pertumbuhan Double Digit, Fokus Profitabilitas 2026

Namun di sisi lain, perusahaan mulai masuk ke segmen yang lebih spesifik seperti boutique residential melalui Maison AÉLA.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi tidak hanya dilakukan melalui skala, tetapi juga melalui diversifikasi yang relevan.

Anthony P. Susilo sebelumnya menekankan bahwa kekuatan sebuah proyek tidak hanya terletak pada desain atau lokasi, tetapi pada kemampuannya menciptakan pengalaman yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, mixed-use dan boutique living bukanlah dua arah yang berbeda, melainkan dua strategi yang saling melengkapi—yang satu menciptakan aktivitas publik, yang lain menghadirkan kualitas hidup yang lebih personal.

Transformasi sebagai Strategi Pertumbuhan dan Cara Baru Membangun Properti

Baca Juga: Update Progres Tol Serpong-Balaraja Seksi 2: Dibangun 2026, Sinyal Harga Rumah Segera “Terbang”

maison aela bali kawasan villa boutique di sanur
Kawasan Maison AÉLA di Sanur, Bali, dikembangkan dengan konsep low-density untuk menghadirkan hunian yang lebih tenang dan eksklusif. (Foto: Dok. Paradise Indonesia)

Pada akhirnya, langkah Paradise Indonesia melalui Maison AÉLA menunjukkan bahwa transformasi dalam industri properti tidak selalu berarti membangun lebih besar.

Dalam banyak kasus, justru sebaliknya—membangun lebih relevan, lebih personal, dan lebih selaras dengan kebutuhan pasar.

Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif, pendekatan seperti ini menjadi semakin penting. Properti tidak lagi hanya menjadi aset, tetapi bagian dari gaya hidup.

Berbagai langkah yang dilakukan Paradise Indonesia menunjukkan bahwa transformasi tidak lagi berhenti pada skala proyek, tetapi juga pada cara perusahaan membangun struktur bisnis dan membaca arah pasar.

Tahun ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan di kisaran 5–10 persen, yang didukung oleh peningkatan aktivitas wisata domestik serta penguatan portofolio hotel di berbagai kota besar.

Baca Juga: Zumana Beach Club Bali, Destinasi Tepi Pantai Baru di Pantai Kuta

Di saat yang sama, sejumlah gebrakan proyek—termasuk kehadiran Maison AÉLA di Bali—menjadi bagian dari strategi untuk menghadirkan produk yang lebih relevan dengan perubahan gaya hidup.

Dalam konteks ini, pertumbuhan tidak lagi hanya diukur dari ekspansi, tetapi dari kemampuan menghadirkan pengalaman yang memiliki nilai dan keberlanjutan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page