PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) optimis pertumbuhan properti di tahun ini akan terus membaik. Setidaknya hingga semester pertama 2023, kredit pemilikan rumah (KPR) BCA tercatat tumbuh dua digit, yakni 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 lalu.
“Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan KPR BCA tersebut, antara lain refinancing dan juga developer yang gencar meluncurkan produk baru,” ungkap Welly Yandoko, Executive Vice President Consumer Loan Division PT Bank Central Asia Tbk, kepada media di Jakarta, awal pekan ini.
Baca Juga: Metland Blanjaproperti Hadirkan Beragam Promo Menarik, Bisa Diakses Online!
BCA sendiri telah mematok target realisasi KPR pada tahun ini mencapai Rp122 triliun. Welly berharap, jika tidak ada kendala berarti, target tersebut bisa dicapai atau bahkan terlampaui.
“Portofolio kami saat ini sudah Rp114 triliun, ya, kami juga berharap bisa sampai Rp200 triliun. Tetapi perlu diketahui, bahwa setiap bulan ada potensi kehilangan Rp2,1 triliun sampai Rp2,2 triliun, sehingga kami harus mencari lebih dari itu,” ungkap Welly.
Adapun penyaluran KPR BCA di sepanjang semester pertama 2023 tersebut, mayoritas tersebar di wilayah Jabodetabek, kemudian di Surabaya. Namun Welly mengungkapkan, beberapa kota lain juga memiliki potensi pertumbuhan yang baik, seperti di Makassar, Bandung, Medan, Malang, dan lainnya.
Baca Juga: Konsep Rumah Tumbuh Kian Diminati, Begini Tahapan Pembangunannya
“Dari realisasi KPR memang lebih banyak untuk segmen menengah ke bawah, mencapai 60-70an persen. Tetapi kebalikan dengan nominalnya, dimana lebih besar dari segmen atas,” tambah Hendrik SN, Senior Vice President Penjualan Kredit Konsumer 1 Divisi Bisnis Kredit Konsumer BCA di tempat yang sama.
KPR BCA Menyasar Segmen Menengah Bawah
Sebagai informasi, BCA sendiri memiliki tiga produk KPR, yakni KPR Pembelian, KPR Refinancing dan KPR Renovasi. Masing-masing produk tersebut punya segmennya tersendiri.
Soal pembiayaan properti, memang lama diketahui bahwa BCA lebih eksklusif dibandingkan dengan bank-bank yang lain, dimana KPR BCA lebih menyasar segmen atas.
Baca Juga: Ciputra Group Gelar Topping Off Apartemen The Newton 2
Baca Juga: Tren Permintaan Empat Generasi Terhadap Apartemen
Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, BCA juga fokus menggarap pembiayaan properti untuk segmen menengah ke bawah, dengan harga di bawah Rp1,5 miliar, bahkan sampai Rp250 jutaan.
Welly mengakui bahwa, segmen menengah bahwa, terutama hunian dengan harga Rp500 juta ke bahwa memang awalnya hampir tidak masuk dalam target pembiayaan BCA.
“Segmen ini bertumbuh cukup baik. Di awal pandemi tumbuh mulai ada 2 persen, kemudian melompat lagi ke 4 persen, dan saat ini sudah menyentuh keenam dan tujuh persen. Dan mungkin akan bertambah terus,” sebut Welly, dikutip dari beberapa media lain.
Baca Juga: Hingga Juli 2023, Kementerian PUPR Salurkan FLPP Sejumlah 103.749 Unit Rumah
Guna mendukung pembiayaan properti pada segmen tersebut, BCA juga terus menjalin kerja sama dengan para pengembang properti yang membangun dan memasarkan produk menengah ke bawah.
Baca berita lainnya di GoogleNews
*** Baca berita lainnya di GoogleNews



