PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — IKEA Indonesia menggelar diskon hingga 80% mulai 26 Februari–5 April 2026 sebagai bagian dari strategi menyambut lonjakan kebutuhan rumah tangga jelang Lebaran.
Program ini mencakup lebih dari 1.000 produk pilihan dan tambahan diskon 10% bagi anggota IKEA Family di seluruh toko serta kanal online resmi.
Baca Juga: 5 Cara Menata Rumah agar Tetap Nyaman Sepanjang Musim Perayaan
Menjelang Lebaran, tantangan utama rumah tangga seragam, yakni kursi kurang, meja makan terlalu padat, barang mudah menumpuk, dan suasana rumah terasa biasa saja.
Di tengah tekanan visual media sosial, solusi realistis menjadi kebutuhan ketika IKEA Indonesia menawarkan pendekatan fungsional.
Menurut IKEA Indonesia, penyesuaian sederhana lebih efektif dibanding renovasi besar yang mahal dan memakan waktu.
Fleksibilitas ruang dinilai sebagai strategi kunci menghadapi lonjakan aktivitas musiman.
Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, menyatakan, saat jumlah orang dan aktivitas meningkat, ruang perlu fleksibel.
“Furnitur yang mudah dipindahkan, penyimpanan serbaguna, dan pembagian area yang jelas akan membuat rumah terasa lebih siap tanpa harus diubah total,” katanya.
Baca Juga: IKEA Indonesia Gelar 3 Musisi di Showroom, Hadirkan Konsep Home Concert Perdana
5 Solusi Cerdas dari IKEA Indonesia untuk Lebaran Lebih Nyaman
Menjelang Lebaran, dinamika ruang di dalam rumah berubah signifikan. Aktivitas meningkat, jumlah tamu bertambah, dan fungsi setiap sudut rumah menjadi lebih kompleks dari hari biasa.
Dalam konteks ini, IKEA Indonesia mendorong pendekatan adaptif melalui solusi sederhana yang langsung menjawab kebutuhan praktis tanpa harus melakukan renovasi atau pembelian furnitur permanen.
Berikut lima solusi cerdas yang dapat diterapkan secara realistis untuk menjaga kenyamanan rumah selama momen silaturahmi berlangsung.

1. Kursi Tambahan Fleksibel Tanpa Membebani Ruang
Kursi sering tidak mencukupi ketika tamu datang bersamaan. Solusinya adalah kursi lipat seperti TORPARO yang ringan, mudah dilipat, dan bisa disimpan di sudut ruangan atau gudang kecil. Secara finansial, ini jauh lebih efisien dibanding membeli sofa tambahan yang permanen. Setelah Lebaran, ruang kembali lega tanpa kesan sesak.
2. Distribusi Sajian dengan Sistem Zonasi
Meja utama yang terlalu padat membuat tamu sulit bergerak. IKEA Indonesia merekomendasikan pemisahan fungsi meja menggunakan troli seperti RÅSKOG. Minuman, kudapan, dan hidangan utama ditempatkan di area berbeda sehingga alur sirkulasi lebih lancar. Tuan rumah pun lebih mudah melakukan refill tanpa mengganggu percakapan.
3. Penyimpanan Tertutup untuk Antisipasi Barang Menumpuk
Tas, kemasan makanan, dan mainan anak sering membuat ruang tamu tampak berantakan. Kotak penyimpanan seperti VESSLA atau kabinet berpintu membantu menyembunyikan barang secara cepat. Strategi ini menjaga visual ruang tetap rapi tanpa harus melakukan perapian detail di tengah kesibukan.
4. Refresh Visual dengan Tekstil, Bukan Furnitur Baru
Mengganti sofa jelas mahal. Sebaliknya, mengganti sarung bantal, taplak meja, atau tirai memberi efek visual signifikan dengan biaya jauh lebih rendah. Warna dan motif yang lebih segar menciptakan nuansa Lebaran tanpa mengubah struktur ruang. Ini langkah taktis bagi keluarga dengan anggaran terbatas.
5. Harmonisasi Peralatan Makan Tanpa Beli Satu Set Lengkap
Tampilan meja makan sering tidak seragam karena koleksi yang berbeda-beda. Seri minimalis seperti UPPLAGA dapat dipadukan dengan koleksi bercorak seperti ENTUSIASM untuk menciptakan komposisi visual yang dinamis. Pendekatan mix and match ini mengurangi kebutuhan belanja besar sekaligus menjaga estetika meja makan.
Baca Juga: 5 Dokumen Penting Sebelum Tanda Tangan KPR, Hindari Sengketa Mahal
Peluang Hemat dan Catatan Risiko
Program diskon hingga 80% membuka peluang efisiensi anggaran rumah tangga saat IKEA Indonesia menghadirkan ribuan produk dalam periode promosi. Namun, risiko belanja impulsif tetap perlu diantisipasi.

Tanpa daftar kebutuhan yang jelas dan pengukuran ruang yang akurat, konsumen berpotensi membeli produk yang tidak optimal secara fungsi. Prinsip utamanya sederhana: beli karena kebutuhan ruang, bukan karena besaran diskon.
Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia, menegaskan, “Rumah tidak harus terlihat sempurna untuk bisa menyambut tamu dengan baik. Selama ruangnya nyaman digunakan dan berfungsi sesuai kebutuhan, itu sudah cukup.”
Baca Juga: Satu Unit Ambulans dari Premier Promenade Siap Melayani Kebutuhan Medis Darurat Warga Sawangan
Intinya, strategi adaptif lebih berkelanjutan dibanding renovasi instan. Kenyamanan dan kelancaran aktivitas menjadi indikator utama keberhasilan penataan rumah saat IKEA Indonesia menghadirkan solusi jelang Lebaran.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




