Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Monday, December 1, 2025
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

Asia Pacific Pimpin Transformasi Ritel Global: 5 Tren Kunci dalam Laporan Colliers

Colliers mencatat retail kini menyumbang 40% aliran modal lintas negara di APAC, naik dari 15% pada periode sebelumnya.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Asia Pacific pimpin transformasi ritel global, demikian rangkuman dalam laporan Colliers bertajuk Global Retail: 2025 Trends & 2026 Outlook Report.

Kawasan ini disebut berada di garis depan pertumbuhan ritel dunia berkat inovasi omnichannel, kehadiran Gen Z sebagai motor utama konsumsi, serta ekspansi kelas menengah yang sangat masif.

Baca Juga: Sektor Ritel Jakarta Tahan Banting: Okupansi Mal Premium Dekati 90% di Q3 2025

Laporan tersebut menegaskan bahwa meskipun kondisi geopolitik penuh ketidakpastian, Asia Pacific tetap mencatat real retail spending growth tertinggi di dunia, yakni 5%, melampaui Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada yang hanya berada di kisaran 2–3%.

“Asia Pacific tidak hanya memimpin pertumbuhan – kawasan ini sedang mendefinisikan ulang masa depan industri ritel,” ujar Lachlan MacGillivray, Managing Director Asia Pacific Retail Capital Markets, Colliers.

“Retailers kini mengadopsi teknologi dan platform sosial untuk menjangkau generasi konsumen baru,” tambahnya.

5 Tren Ritel Paling Berpengaruh di Asia Pacific

Perubahan lanskap ritel di Asia Pacific berlangsung sangat cepat, didorong oleh pergeseran perilaku konsumen, penetrasi teknologi, serta meningkatnya belanja masyarakat kelas menengah.

Baca Juga: Tren Pasar Properti Jakarta 2026: Tumbuh Positif, Sektor Industri dan Perkantoran Jadi Motor Utama

Laporan Colliers mengidentifikasi sejumlah dinamika utama yang bukan hanya membentuk strategi para peritel di kawasan, tetapi juga menjadi acuan bagi transformasi ritel global.

Berikut lima tren paling berpengaruh yang tengah mendefinisikan arah industri ritel di Asia Pacific.

1. Omnichannel memimpin transformasi ritel global

APAC menjadi kawasan paling agresif dalam mengintegrasikan penjualan fisik dan digital. Online sales melonjak cepat dan bahkan hampir dua kali lipat pertumbuhan ritel konvensional.

Store-based sales diproyeksikan naik 20,4%, sementara non-store sales melesat hingga 43,4% pada 2028.

Baca Juga: Investasi Properti Naik 7,2% Dorong Penataan Tata Ruang Menuju Indonesia Emas 2045

2. Gen Z menentukan arah belanja

Dengan 47% Gen Z dunia berada di APAC, perilaku mobile-first, social commerce, dan pengaruh influencer membuat pola konsumsi berubah total.

Generasi ini menjadi penggerak utama akselerasi e-commerce dan brand engagement berbasis media sosial.

3. Social commerce meledak di Asia Tenggara

TikTok Shop mencatat pertumbuhan paling kuat di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia—menjadikan kawasan ini sebagai laboratorium strategis bagi model penjualan berbasis konten video pendek.

4. Ledakan kelas menengah mendorong konsumsi

Lebih dari 332 juta rumah tangga kelas menengah baru terbentuk selama 10 tahun terakhir.

Baca Juga: Sinar Mas Land Perkuat Rancamaya dengan Pusat Lifestyle Modern Rancamaya Square di Kota Bogor

Angka ini diprediksi bertambah 352 juta lagi hingga 2034—menjadikan APAC pusat pertumbuhan volume transaksi ritel global.

5. Investasi ritel kembali meningkat

Colliers mencatat retail kini menyumbang 40% aliran modal lintas negara di APAC, naik dari 15% pada periode sebelumnya.

“Fundamental ritel Asia Pacific terus menguat. Permintaan konsumen tetap solid, kondisi makro membaik, dan minat investor meningkat,” jelas MacGillivray.

tren ritel Asia Pacific
Perkembangan omnichannel, social commerce, dan pengaruh Gen Z yang mendorong Asia Pacific memimpin transformasi ritel global menurut laporan Colliers. (Ilustrasi/PropertiTerkini.com)

Prospek Ritel 2026: Stabil dan Bertumbuh

Lonjakan wisatawan di Jepang dan Singapura, stimulus ekonomi di Tiongkok, serta pertumbuhan populasi Australia menjadi penyokong utama stabilitas pasar.

Pertumbuhan retail spending real diperkirakan tetap berada di level 4,5% sepanjang 2026.

Baca Juga: Paramount Land Raih 2 Penghargaan di PropertyGuru Indonesia Property Awards 2025

Meskipun ketegangan geopolitik dan risiko tarif masih membayangi, pemulihan pariwisata, urbanisasi, dan pengalaman ritel berbasis teknologi diprediksi akan menjaga momentum pertumbuhan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

BERITA TERBARU

Demo Half Page