BERITA TERKAIT

Karpet Jadi Penentu Karakter Ruang, Kolaborasi Fio dan MASSHIRO&Co Tunjukkan Tren Baru

Elemen yang sering dianggap pelengkap ini mulai dilihat sebagai pembentuk identitas interior. Kolaborasi lintas industri menghadirkan pendekatan baru dalam merancang pengalaman ruang.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Ruang dengan desain minimalis sering terlihat rapi, tetapi tidak selalu terasa hidup. Ada bagian yang terasa kosong, meski semua elemen utama sudah terpenuhi. Dalam banyak kasus, kekosongan itu justru muncul dari detail yang dianggap kecil—salah satunya karpet, yang kini mulai dilihat sebagai penentu karakter ruang dalam tren desain interior modern.

Perubahan cara pandang ini terlihat dalam berbagai proyek desain belakangan. Karpet tidak lagi sekadar pelengkap visual, tetapi mulai diposisikan sebagai elemen yang membentuk suasana. Tekstur, warna, hingga komposisi pola berperan dalam menciptakan identitas ruang yang lebih terasa.

Baca Juga: Moire Luncurkan 3 Koleksi Karpet Premium yang Terinspirasi dari Alam: Berikut Keunggulannya!

Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah tren hunian urban yang cenderung compact dan mengusung konsep clean. Ketika elemen besar dibuat minimal, justru detail seperti karpet mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan kedalaman visual.

Di titik ini, muncul eksplorasi desain yang mencoba menghubungkan fungsi dengan ekspresi. Salah satunya terlihat dalam kolaborasi brand karpet Fio dan MASSHIRO&Co, yang membawa pendekatan fashion ke dalam konteks interior.

Kolaborasi Fio dan MASSHIRO&Co Tunjukkan Arah Baru Desain Interior

Perayaan satu dekade MASSHIRO&Co di ASHTA, pada 21–26 April 2026 tidak hanya menghadirkan koleksi fashion. Ada upaya memperluas narasi desain ke ranah yang lebih luas, termasuk interior, melalui proyek kolaboratif yang cukup berbeda dari biasanya.

Baca Juga: Renovasi Rumah Jelang Lebaran 2026: 4 Rekomendasi Lantai SPC TACO yang Bikin Hunian Lebih Hangat

Fio menerjemahkan karakter desain MASSHIRO&Co ke dalam bentuk karpet edisi khusus bernama Montreal KURO. Pendekatannya tidak hanya berhenti pada visual, tetapi juga bagaimana produk tersebut berinteraksi dengan ruang secara keseluruhan.

“Fio melihat karpet tidak hanya sebagai elemen fungsional, tetapi juga sebagai bagian dari ekspresi ruang,” ujar Okky Sardjono, Managing Director Fio. Penekanan pada material dan tekstur disebut mampu membentuk identitas ruang secara lebih kuat.

Koleksi ini dirancang menggunakan material premium dengan fokus pada keseimbangan antara estetika dan daya tahan. Hal ini menunjukkan bahwa produk interior tidak lagi hanya dinilai dari tampilan, tetapi juga performa jangka panjang.

Di sisi lain, keterlibatan TACO melalui penggunaan High Pressure Laminates (HPL) memperkuat narasi bahwa material memiliki peran penting dalam membangun pengalaman ruang.

Baca Juga: Milan Design Week 2026 Hadirkan Konsep Kamar Mandi yang Menyatu dengan Alam

“Material interior dapat berperan dalam membentuk narasi desain sekaligus menghadirkan pengalaman ruang yang menyeluruh,” kata Anastasia Tirtabudi, Chief Marketing Officer TACO.

Interior Minimalis Butuh Statement, Karpet Jadi Jawaban

Desain minimalis sering diidentikkan dengan warna netral dan elemen yang terbatas. Namun tanpa titik fokus yang tepat, ruang bisa terasa datar. Di sinilah karpet mulai mengambil peran sebagai statement yang tidak berisik, tetapi tetap terasa.

karpet montreal kuro dalam ruang duduk minimalis yang memperlihatkan karpet jadi penentu karakter ruang
Karpet Montreal KURO digunakan dalam setting ruang minimalis untuk mempertegas karakter interior. (Foto: Dok. Fio)

Montreal KURO hadir dengan palet warna netral, didominasi putih dan tonal lembut. Komposisi geometris dan permainan tekstur menjadi pendekatan utama dalam menciptakan dimensi visual yang halus. Hasilnya bukan ruang yang mencolok, tetapi ruang yang terasa utuh.

Koleksi Montreal KURO tersedia dalam dua ukuran, yaitu 160 x 230 cm dan 200 x 300 cm, menyesuaikan kebutuhan ruang yang berbeda. Fleksibilitas ini menjadi penting, terutama untuk hunian dengan keterbatasan luas.

Lebih jauh, pendekatan seperti ini memperlihatkan bahwa desain interior mulai bergerak ke arah yang lebih kontekstual. Bukan lagi sekadar mengikuti tren visual, tetapi bagaimana setiap elemen memiliki peran dalam membentuk interaksi di dalam ruang.

Baca Juga: Schindler Hadirkan 4 Tema Interior Lift Baru: Revolusi Desain, Standar Naik Kelas di 2026

“Pendekatan spasial menjadi hal yang esensial, termasuk bagaimana elemen seperti karpet dapat membentuk suasana dan interaksi di dalamnya,” tutup Jessica Sutanto, Chief Operating Officer MASSHIRO&Co.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page