PropertiTerkini.com, (CIKARANG) — Pabrik baru Jotun resmi beroperasi di dalam kawasan MM2100, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan target ambisius untuk mengamankan kebutuhan cat pelapis bagi pasar dalam negeri.
Peresmian fasilitas produksi terbaru ini dilakukan pada Rabu (15/4/2026), yang bertepatan dengan momentum perayaan 100 tahun rekam jejak inovasi perusahaan cat dan pelapis (coating) global, asal Norwegia tersebut.
Baca Juga: Jotun Studio Balikpapan Hadir Berikan Solusi Cat Tahan Cuaca Pesisir di Kota Penyangga IKN
Indonesia sendiri bukan sekadar wilayah pemasaran biasa bagi mereka; dari ratusan negara operasionalnya, Indonesia konsisten nangkring di urutan 10 besar penyumbang pendapatan terbesar secara global.
Pertumbuhan sektor konstruksi yang terus berlari kencang menjadi alasan utama mengapa investasi besar-besaran seperti ini tetap dilakukan meski kondisi ekonomi global sedang penuh tantangan.
Investasi yang ditanamkan mencapai nilai fantastis, yakni Rp1 triliun. Uang sebanyak itu digunakan untuk membangun pabrik baru Jotun, yang fokus pada solusi cat berbasis air (water-based) yang diklaim lebih sehat karena rendah kadar VOC (Volatile Organic Compounds).
Dampaknya jelas bagi konsumen atau pengembang properti, yaitu ketersediaan produk akan jauh lebih stabil, distribusi barang ke toko-toko bangunan menjadi lebih cepat, serta kualitas yang tetap terjaga karena diproduksi dengan teknologi manufaktur yang lebih modern dan terintegrasi.
Baca Juga: Jotun Global Colour Collection 2026: 3 Palet “Soulful Spaces” Hidupkan Hunian Penuh Energi
Kapasitas produksinya kini melonjak hingga 100 juta liter per tahun, sebuah angka yang sangat mencukupi, termasuk untuk mendukung agenda penguatan manufaktur nasional yang sedang dikejar pemerintah.
Ekspansi Pabrik Baru Jotun dan Jejak Global Norwegia
Jotun memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1926 di Sandefjord, Norwegia. Di Indonesia sendiri, kehadiran mereka kini semakin kuat dengan beroperasinya tiga pabrik di lokasi yang berbeda.
Pabrik baru di Cikarang ini merupakan fasilitas ketiga; sebelumnya mereka sudah memiliki pabrik di Cibitung yang beroperasi sejak 2025, serta satu pabrik khusus di Legok, Tangerang, yang memfokuskan produksinya pada powder coating.
Menariknya, lokasi baru seluas 5 hektar di Cikarang ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi cat tembok, tetapi juga ditetapkan sebagai kantor pusat mereka di Indonesia.
Baca Juga: 1 dari 7 Anak Terpapar Timbal, Ancaman Tersembunyi dari Cat Rumah Lama
Kualitas produk asal Norwegia ini sebenarnya sudah banyak terlihat pada dinding bangunan-bangunan paling ikonis di dunia, sebut saja Burj Khalifa di Dubai atau menara Abraj Al Bait di Arab Saudi.
Di tanah air, portofolio mereka pun tak kalah mentereng, mulai dari Jakarta International Stadium (JIS), Gelora Bung Karno (GBK), hingga keterlibatan dalam pembangunan Istana Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Husodo Hoe, Head of Marketing Jotun Indonesia, menekankan bahwa kehadiran pabrik ketiga ini memang dirancang untuk menjawab tren hunian modern yang kini lebih mementingkan aspek keberlanjutan dan kesehatan penghuninya melalui penggunaan cat berbasis air.
“Seiring dengan berkembangnya kebutuhan pasar di Indonesia, kehadiran pabrik baru ini memungkinkan kami untuk menghadirkan produk yang relevan, baik dari sisi kualitas, ketersediaan, maupun kecepatan distribusi. Dengan dukungan standar global Jotun, kami memastikan setiap produk yang dihasilkan tetap konsisten secara kualitas, sekaligus mampu menjawab kebutuhan spesifik pasar lokal. Fokus kami pada produk berbasis air (water-based) juga menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan solusi yang selaras dengan tren hunian yang lebih modern dan berkelanjutan,” jelas Husodo.
Baca Juga: Material Bangunan Aman dari Timbal: 5 Fakta Penting yang Perlu Diketahui Pemilik Rumah

Senada dengan hal tersebut, Arun Kumar, President Director Jotun Indonesia juga menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan pasar properti tanah air.
“Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang Jotun. Peresmian fasilitas ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pasar Indonesia, sekaligus komitmen untuk memperkuat manufaktur lokal dan menghadirkan kualitas global Jotun lebih dekat kepada konsumen,” ucapnya dalam pidato sambutan.
Meski kapasitas produksi meningkat pesat, aspek risiko lingkungan tetap menjadi catatan penting yang diantisipasi perusahaan. Untuk itu, pabrik Cikarang ini sudah menerapkan teknologi ramah lingkungan seperti penggunaan panel surya untuk menyuplai sebagian kebutuhan listrik.
Baca Juga: Cat Heatgard Hadirkan Ruang Belajar Lebih Sejuk di Pandeglang, Suhu Turun hingga 20°C
Mereka juga menggunakan sistem teknologi Formeco yang bertugas mengolah limbah air dari sisa produksi agar bisa digunakan kembali dalam operasional pabrik. Dengan cara ini, operasional pabrik yang memproduksi jutaan liter cat tersebut diharapkan tetap bisa berjalan efisien tanpa merusak ekosistem lingkungan sekitarnya.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




