PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Pernahkah Anda membayangkan bagaimana wajah Gading Serpong sekitar lima belas tahun yang lalu? Dulu, mungkin banyak orang yang merasa ragu saat melihat hamparan lahan kosong di sana, namun lihatlah sekarang, wilayah itu telah bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang luar biasa.
Menariknya, pertumbuhan yang serupa kini terasa saat kita memasuki Paramount Petals di wilayah Curug, Tangerang. Pengembangnya, Paramount Land, sangat serius mereplikasi kesuksesan kota mandiri terdahulu di lokasi baru ini menjadi “The Next Gading Serpong”.
Baca Juga: Akses Tol di Depan Mata, Paramount Petals Siap Terkoneksi Lebih Cepat ke Jakarta
Sejak mulai dikembangkan pada tahun 2021, progres di lapangan tergolong cepat dengan sekitar 1.300 unit rumah sudah terbangun.
Namun bagi penghuni, rumah saja tentu tidak cukup karena mereka membutuhkan ekosistem yang hidup untuk kebutuhan sehari-hari. Inilah mengapa penyediaan fasilitas di Paramount Petals terus dikebut, mulai dari area komersial hingga fasilitas kesehatan, kuliner, pendidikan, dan lainnya, guna menciptakan lingkungan yang bikin betah sekaligus menguntungkan secara nilai aset.
Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menekankan bahwa membangun sebuah kota adalah soal menjaga kepercayaan jangka panjang.
“Kami punya tanggung jawab moral untuk memberikan kehidupan yang berkualitas bagi penghuni. Komitmen kami dalam menyediakan fasilitas kota itu tidak berhenti, kami terus konsisten sesuai janji. Kami percaya bahwa hunian yang bernilai tinggi adalah yang mampu memberi dampak positif bagi lingkungan di sekelilingnya,” tuturnya.
Baca Juga: Melihat Keceriaan 24 Klub Basket Cilik di Ajang Paramount Petals 3×3 Basketball Cup
Kehadiran kota mandiri ini seperti membawa angin segar, terutama bagi mereka yang sering mengeluhkan kemacetan di jalan arteri Bitung. Optimisme pun muncul bahwa daerah ini bukan lagi sekadar “pinggiran”, melainkan calon pusat ekonomi baru di koridor barat Jakarta.
Apalagi dengan rencana operasional akses tol langsung Jakarta-Tangerang di KM 25 pada pertengahan 2026 nanti, nilai kawasan dipastikan akan jauh lebih tinggi bagi investor.

Mengapa Fasilitas Lengkap Menjadi “Nyawa” Utama Nilai Investasi?
Dalam dunia properti, fasilitas bukan sekadar pelengkap, melainkan “nyawa” yang membuat harga tanah dan bangunan terus merangkak naik setiap tahunnya.
Di Paramount Petals, infrastruktur sosial ini bukan lagi sekadar gambar manis di brosur, tapi sudah mulai terlihat nyata. Warga kini sudah bisa menikmati Paramount Petals Community Club, Bethsaida Clinic, sentra kuliner Paramount Petals Taman Rasa, Pasar Modern Paramount Petals, dan tenant besar seperti KFC, A&W, serta Kampung Kecil, dan lainnya.
Baca Juga: Promo Ramadan Paramount Land 2026 Beri Cashback Fantastis Puluhan Juta Rupiah
Kehadiran Pasar Modern Paramount Petals yang bersih dan tertata juga menjadi obrolan hangat di kalangan warga sekitar. Salah satunya Susanti, warga Desa Cukanggalih yang merasa sangat terbantu dengan adanya pasar yang bersih untuk urusan dapur harian.

“Sekarang saja sudah lumayan ramai, saya yakin kalau warga sudah makin banyak pindah ke sini, pasar ini bakal jadi pusat keramaian baru,” terangnya. Baginya, keseriusan pengembang dalam membangun fasilitas harian adalah bukti komitmen yang nyata.
Sentimen positif juga datang dari Rusdi, warga Kecamatan Curug yang sering bersantai di Paramount Petals Taman Rasa, merasa senang karena fasilitas ini bisa dinikmati masyarakat luas.
“Kadang istri saya juga ikut nitip produk jualan saat ada kegiatan Petals Urban Market,” katanya sambil menikmati suasana asri. Manfaat ekonomi seperti ini secara otomatis menghidupkan lingkungan di sekitar hunian.
Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Properti di Koridor Barat Jakarta 2026: Cuan atau Jebakan?
Dampak dari kehadiran fasilitas ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga kenaikan nilai aset yang pasti. Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW), mencatat bahwa rata-rata kenaikan harga properti normal berkisar 8% hingga 10% per tahun.

Namun, angka tersebut bisa melonjak jauh lebih tinggi di kawasan yang mengalami perkembangan fasilitas secara masif.
“Fasilitas yang lengkap mengubah persepsi konsumen. Kawasan yang dulu tidak dilirik bisa jadi primadona karena menawarkan gaya hidup ‘semua ada di sini,” jelas Ali.
Tangerang Tetap Menjadi Raja Pasar Properti Nasional Saat Ini
Saat ini, Tangerang memang masih memegang mahkota sebagai primadona bagi para pemburu properti. Data dari Pinhome menunjukkan bahwa pasar di wilayah ini memiliki resiliensi yang sangat kuat dengan pertumbuhan permintaan yang masif.
Baca Juga: Properti Tangerang Kuasai 56% Pasar Rumah Jabodetabek, Gading Serpong Jadi Magnet Hunian
Bahkan, segmen hunian mewah di atas Rp3 miliar mencatat lonjakan minat sebesar 36% pada akhir tahun lalu. Hal ini menandakan bahwa daya beli dan kepercayaan pasar terhadap Tangerang tidak pernah surut.
Martin Samuel Hutapea Associate Director LEADS Property, menyebut dominasi kawasan penyangga seperti Tangerang sangat absolut dalam 10 tahun terakhir.
Dari total 196.700 unit pasokan rumah tapak di Jabodetabek, Tangerang menguasai sekitar 56 persen pangsa pasar. “Angka ini menunjukkan bahwa Tangerang menjadi episentrum pertumbuhan hunian baru,” terang Martin.

Bagi Anda yang sedang menimbang-nimbang, saat ini Paramount Petals masih memasarkan hunian di beberapa cluster, termasuk Lily dengan harga mulai Rp1,5 miliar. Selain itu, ada juga ruko Indica Grande untuk peluang bisnis dengan harga yang serupa.
Mengingat adanya insentif PPN DTP 100% hingga Desember 2027, menunda pembelian hingga semua fasilitas jadi 100% seringkali berarti Anda kehilangan momentum keuntungan tertinggi.
Pilihan ada di tangan Anda: beli sekarang saat pertumbuhan sedang terjadi, atau menyesal nanti saat harganya sudah semakin melambung.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





