PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE), mengawali 2026 dengan langkah agresif memperkuat mesin pendapatan berulang melalui tiga proyek premium di segmen lifestyle dan hospitality.
Strategi ini relevan di tengah volatilitas pasar saham pasca pembagian saham bonus, sekaligus menjadi sinyal penguatan fundamental jangka panjang.
Baca Juga: Saham Bonus 25:12, RISE Naikkan Modal Dasar Rp3 Triliun untuk Perkuat Ekspansi Properti
Emiten berkode saham RISE, membidik tambahan kontribusi pendapatan konsolidasi sekitar Rp28 miliar per tahun dari proyek baru di Taman Dayu, Malang, dan Bali.
Bagi investor dan pelaku pasar, ini menjadi isu penting karena menyangkut kualitas arus kas (recurring income) dan stabilitas valuasi ke depan.
Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, mengatakan bahwa, tahun 2026 menjadi momentum transformasi RISE menuju pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
“Kami secara konsisten membangun mesin pendapatan berulang melalui proyek-proyek premium yang memiliki potensi jangka panjang,” ujarnya.
Langkah ini juga berdampak pada konsumen segmen premium dan wisatawan, khususnya di Malang dan Bali, yang kini mendapat opsi akomodasi dan fasilitas leisure baru berstandar internasional.
Baca Juga: Pendapatan RISE Tumbuh 31 Persen, 3 Proyek Baru Siap Beroperasi pada 2026
Proyek Premium RISE 2026: Investasi Rp37 Miliar dan Bidik Wisatawan Global
Salah satu proyek utama adalah Driving Range Taman Dayu dengan investasi Rp37 miliar.
Fasilitas ini dijadwalkan soft opening pada 18 Maret 2026 dan dilengkapi Trackman Technology dari Denmark serta sistem fully automatic tee-up. Proyek ini menyasar segmen golfer premium dan komunitas lifestyle.
Di Malang, Solaris Villa Malang resmi dibuka 10 Februari 2026 dengan 14 unit villa eksklusif di kawasan pegunungan. Proyek ini diproyeksikan berkontribusi Rp3 miliar per tahun.
Segmennya jelas, yaitu para wisatawan domestik kelas menengah atas dan pasar short getaway.
Sementara itu, Solaris Villa Bali mulai beroperasi 1 Maret 2026 di kawasan strategis pariwisata Bali.
Targetnya wisatawan mancanegara dan long-stay traveler, dengan proyeksi pendapatan Rp5 miliar per tahun. Ini memperkuat eksposur RISE ke pasar hospitality berbasis devisa.
Secara konsumen, peluangnya ada pada potensi capital gain kawasan dan kualitas fasilitas.
Namun risikonya tetap ada: ketergantungan pada okupansi, sensitivitas terhadap kondisi pariwisata global, serta daya beli segmen premium.
Saham Bonus Rp525,36 Miliar, Apa Artinya bagi Investor?
Selain ekspansi proyek, RISE telah merealisasikan pembagian saham bonus senilai Rp525,36 miliar dengan rasio 25:12 pada 9 Februari 2026. Tujuannya meningkatkan likuiditas perdagangan saham.
Baca Juga: Tren Pasar Properti 2026: Peta Panas Serapan Rumah dari Tangerang ke Bekasi Terkuak
Manajemen menegaskan fluktuasi harga saham pasca aksi korporasi merupakan mekanisme pasar yang wajar dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental.

Dengan tambahan recurring income, struktur finansial diklaim semakin solid.
“RISE tetap berfokus pada pengembangan bisnis inti dan penyelesaian proyek-proyek strategis lainnya untuk memastikan target pertumbuhan tahun 2026 tercapai dengan optimal,” tutup Budi Agusti.
Bagi investor ritel, catatan pentingnya adalah membaca laporan keuangan dan proyeksi arus kas, bukan sekadar pergerakan harga jangka pendek.
Baca Juga: Paramount Land Bidik Rp5,5 Triliun di 2026, Fokus Dua Proyek Strategis dengan Produk Inovatif
Di pasar modal, sentimen bisa cepat berubah—fundamental yang konsisten jauh lebih menentukan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




