Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Friday, January 23, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

Strategi Pasar Properti 2026: Menakar Lonjakan Pasokan Apartemen dan Dominasi Logistik

Analisis Pasar Properti 2026 oleh Colliers Indonesia mengungkap lonjakan pasokan apartemen dan performa kuat sektor logistik. Simak ulasan mendalamnya di sini.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pasar Properti 2026 menunjukkan dinamika yang menarik dengan adanya lonjakan signifikan pada penyelesaian proyek hunian vertikal di penghujung tahun lalu.

Berdasarkan data terbaru Colliers Indonesia, terdapat sekitar 6.270 unit apartemen baru yang selesai dibangun pada kuartal IV 2025, yang secara otomatis meningkatkan total pasokan di Jakarta menjadi 227.423 unit.

Baca Juga: PPN DTP 2026 Jadi Penentu Arah Pasar Hunian, Konsumen Makin Selektif

Meskipun pasokan melimpah, tantangan utama tetap berada pada tingkat penyerapan yang masih tertahan di angka 87%, menunjukkan bahwa pasar masih dalam tahap penyesuaian terhadap stok baru yang tersedia.

Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, dalam paparannya menekankan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi pengembang untuk mengatur strategi harga.

“Kenaikan harga apartemen sangat tipis, yakni kurang dari 1%, karena prioritas utama pemilik proyek saat ini adalah menghabiskan sisa stok unit yang ada,” ujarnya.

Kondisi ini, menurutnya, sebenarnya menjadi peluang emas bagi investor dan pembeli rumah pertama untuk mendapatkan aset di lokasi strategis dengan harga yang relatif stabil.

Baca Juga: Membaca Arah Investasi Properti Surabaya 2026: Gresik atau Sidoarjo?

Analisis Pasar Properti 2026: Sektor Industri dan Logistik

Sektor lahan industri dan logistik muncul sebagai bintang utama dalam peta Pasar Properti 2026.

Sepanjang tahun 2025, tercatat penjualan lahan industri mencapai 157 hektar, dengan wilayah Bekasi dan Karawang tetap menjadi primadona bagi para pelaku usaha.

Menariknya, sektor data center dan logistik menjadi penyerap terbesar lahan-lahan tersebut, didorong oleh ekspansi ekonomi digital yang terus meningkat di Indonesia.

“Pasar properti 2026 untuk sektor logistik akan terus tumbuh positif, terlihat dari tingkat keterisian gudang yang mencapai 90% di wilayah Jabodetabek,” kata Ferry Salanto.

Ia menjelaskan bahwa meskipun ada tambahan pasokan gudang baru seluas 300.000 meter persegi, permintaan tetap tinggi sehingga harga sewa diperkirakan akan terus merangkak naik.

Baca Juga: Hunian Sehat Jadi Tren 2026: Alasan Properti Berkonsep Healthy Living Makin Diminati

Pengembang yang memiliki fasilitas logistik modern dengan spesifikasi tinggi akan memiliki keunggulan kompetitif di tahun ini.

Di sisi lain, Ferry juga mencatat adanya pergeseran minat investor ke sektor-sektor non-tradisional.

Selain data center, kawasan industri kini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang tidak hanya berisi pabrik, tetapi juga fasilitas pendukung seperti hunian pekerja dan area komersial.

Hal ini memperkuat prediksi bahwa integrasi kawasan akan menjadi kunci keberlanjutan sektor properti di masa depan.

Proyeksi Sektor Perkantoran dan Ritel Nasional

Sektor perkantoran di Jakarta menghadapi tantangan tersendiri dengan tingkat keterisian yang masih stagnan di angka 74% untuk wilayah CBD.

Baca Juga: Hunian Modern dengan Gaya Hidup Sehat di Summarecon Crown Gading

Strategi flight-to-quality tetap menjadi tren, dimana penyewa lebih memilih berpindah ke gedung-gedung baru dengan fasilitas lebih baik namun menawarkan harga sewa yang kompetitif.

Ferry Salanto memperingatkan bahwa tanpa adanya inovasi layanan dari pemilik gedung, persaingan harga akan semakin ketat di tahun 2026.

Data Center Park kota deltamas
Kota Deltamas menghadirkan kawasan Data Center Park dengan lahan seluas 300 hektar. (Dok. SML)

Ferry memproyeksikan bahwa pemulihan sektor komersial secara penuh mungkin memerlukan waktu lebih lama, namun sektor ritel menunjukkan performa yang lebih bergairah.

Tingkat keterisian mal di Jakarta telah menyentuh angka 70%, didorong oleh ekspansi merek-merek F&B dan hiburan yang mulai kembali aktif melakukan ekspansi fisik.

“Kepercayaan diri konsumen adalah mesin utama bagi sektor ritel dan mal untuk tetap bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian,” pungkas Ferry.

Secara keseluruhan, tahun 2026 menuntut kejelian bagi para pemangku kepentingan dalam membaca data lapangan.

Baca Juga: Industri Kreatif Nasional: Potensi 27 Juta Pekerja di KEK ETKI Banten

Meskipun sektor residensial masih bergulat dengan stok unit, sektor logistik dan ritel memberikan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Adaptasi terhadap teknologi dan perubahan perilaku konsumen akan menentukan siapa yang mampu memenangkan pasar di tahun siklus baru ini.

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

BERITA TERBARU

Demo Half Page