PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Adopsi AI dan cloud di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berbagai sektor industri mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan layanan komputasi awan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta menghadirkan inovasi layanan berbasis data.
Namun di balik akselerasi transformasi digital tersebut, masih terdapat persoalan fundamental yang kerap luput dari perhatian, yakni kesiapan infrastruktur teknologi informasi perusahaan.
Baca Juga: Produk Samsung AI-Connected Living untuk Hunian Masa Depan, Hadir di CES 2026
Peningkatan adopsi AI dan cloud belum sepenuhnya dibarengi dengan fondasi infrastruktur yang kuat, terintegrasi, dan aman.
Kondisi ini berpotensi menghambat optimalisasi teknologi sekaligus memunculkan risiko baru bagi keberlangsungan operasional bisnis.
Infrastruktur Jadi Tantangan Utama Transformasi Digital
Direktur PT. Nusa Network Prakarsa, Edward, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan terlalu fokus mengejar implementasi teknologi terkini tanpa memastikan kesiapan infrastruktur pendukungnya.
“Banyak perusahaan ingin segera mengadopsi AI dan cloud karena melihat potensi bisnisnya. Namun, fondasi infrastrukturnya sering kali belum siap. Jaringan belum terintegrasi dengan baik, sistem keamanan masih terfragmentasi, dan data tersebar di berbagai platform,” ujar Edward dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Keberlanjutan Jadi Strategi Bisnis: 48% Perusahaan Indonesia Manfaatkan AI Hadapi Tantangan Ekonomi
Menurutnya, AI dan cloud bukan sekadar soal aplikasi atau platform, melainkan membutuhkan ekosistem teknologi yang matang, mulai dari jaringan, keamanan siber, hingga tata kelola data yang konsisten.
Edward menegaskan bahwa penerapan AI dan cloud tidak bisa dilakukan secara instan. Perusahaan perlu membangun infrastruktur teknologi secara bertahap dan terencana, dengan menempatkan keandalan jaringan, arsitektur sistem, serta keamanan siber sebagai elemen krusial.
Selain itu, integrasi data menjadi tantangan utama yang masih banyak ditemui di lapangan. AI sangat bergantung pada kualitas, konsistensi, dan keterhubungan data.
“Jika data masih tersimpan dalam silo atau tidak dikelola dengan standar yang sama, maka hasil analisis dan automasi AI tidak akan maksimal. Bahkan, AI berpotensi menghasilkan insight yang keliru dan berdampak pada keputusan bisnis,” jelasnya.
Baca Juga: Jakarta Peringkat ke-20 Biaya Konstruksi Data Centre 2025
Kondisi tersebut masih sering terjadi di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, properti, hingga jasa. Banyak perusahaan mengembangkan sistem teknologi secara parsial mengikuti kebutuhan jangka pendek, tanpa desain arsitektur terpadu sejak awal.
AI dan Cloud Perlu Fondasi Infrastruktur yang Kokoh
Ketika AI dan cloud diterapkan pada infrastruktur yang tidak terintegrasi, perusahaan kerap menghadapi berbagai kendala teknis dan operasional, mulai dari bottleneck jaringan, risiko keamanan, hingga kegagalan integrasi sistem. Hal ini membuat investasi teknologi tidak memberikan nilai maksimal bagi bisnis.
Sebagai perusahaan system integrator, PT Nusa Network Prakarsa melihat tantangan tersebut sekaligus sebagai peluang.
Perusahaan ini menyediakan solusi end-to-end, mencakup network infrastructure, security infrastructure, data center, cloud integration, hingga managed services.
Baca Juga: Ruko Americano Metland Menteng Tangkap Peluang Investasi Baru Mulai Rp4 Miliar
Pendekatan menyeluruh tersebut bertujuan memastikan setiap teknologi yang diadopsi perusahaan berjalan di atas infrastruktur yang stabil, aman, dan siap berkembang mengikuti kebutuhan bisnis.

Edward menekankan bahwa transformasi digital idealnya dimulai dari perencanaan arsitektur teknologi yang matang, bukan sekadar mengikuti tren.
“AI dan cloud akan memberikan nilai maksimal jika didukung oleh desain infrastruktur yang tepat sejak awal. Mulai dari jaringan, keamanan, hingga integrasi sistem, semuanya harus dirancang sebagai satu kesatuan,” tegasnya.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, PT Nusa Network Prakarsa berkomitmen menjadi mitra strategis bagi perusahaan dalam membangun dan mengelola infrastruktur teknologi yang siap menghadapi era AI dan cloud.
Melalui pendekatan konsultatif dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, transformasi digital diharapkan dapat berjalan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




