PropertiTerkini.com, (MILAN) — Milan Design Week 2026 tengah menjadi sorotan dunia desain saat ini. Salah satu tren yang paling kuat muncul adalah keinginan untuk membawa elemen luar ruangan ke dalam area paling privat di rumah, yaitu kamar mandi.
Isu kesehatan mental dan kebutuhan akan ruang meditasi di rumah membuat banyak pemilik properti mulai melirik desain yang tidak kaku. Area mandi bukan lagi sekadar tempat membersihkan badan, melainkan sudah berubah fungsi menjadi ruang pemulihan diri atau wellness sanctuary.
Baca Juga: 5 Konsep Resort Mewah Kohler Ubah Kamar Mandi Jadi Tempat Relaksasi yang Nyaman di Rumah
Konsep ini terasa nyata di Milan melalui kehadiran instalasi “The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler”. Bertempat di halaman Padiglione d’Arte Contemporanea, instalasi ini menjawab keresahan masyarakat urban yang merasa terlalu jauh dengan alam.
Tren ini penting karena saat ini desain interior mulai meninggalkan kesan minimalis yang dingin dan beralih ke material yang lebih “hidup” seperti logam yang bisa berubah warna karena cuaca. Dampaknya tentu pada pemilihan furnitur kamar mandi yang lebih tahan lama namun memiliki nilai seni tinggi.
Struktur bangunan yang dipamerkan cukup unik karena mengusung gaya brutalist, sebuah gaya arsitektur yang jujur dengan materialnya. Di dalamnya, pengunjung disuguhi pemandangan bak mandi berbahan besi cor yang dilapisi tembaga.
Pilihan material ini tidak main-main. Tembaga memberikan kesan hangat yang terpancar saat terkena sinar matahari dari jendela kaca patri besar. Ditambah lagi dengan aroma dari ratusan lilin yang menghiasi dinding, suasana di dalamnya benar-benar berbeda dari toko bangunan atau ruang pamer biasa.
Baca Juga: JOMOO Smart Toilet Resmi Hadir di Indonesia, Resmikan Showroom Pertama di PIK2
Meski teknologi terus berkembang, pameran ini seolah mengingatkan bahwa kenyamanan hakiki justru datang dari hal-hal dasar seperti air, cahaya, dan logam. Untuk kisaran harga produk eksklusif seperti ini memang biasanya berada di segmen premium, namun esensi desainnya bisa menjadi inspirasi bagi para pengembang atau pemilik rumah yang sedang merencanakan renovasi.
Catatan penting bagi yang ingin mengikuti tren ini adalah kesiapan dalam merawat material alami seperti tembaga agar tetap estetis seiring berjalannya waktu.
Mencari Ketenangan dalam Balutan Tembaga dan Wangi Lilin di Milan Design Week 2026
Penggunaan logam asli dalam perangkat sanitasi menjadi babak baru bagi dunia properti yang dipamerkan di Milan Design Week 2026. Di Milan, Kohler menunjukkan bahwa teknik pengelasan dan pembentukan tangan yang sudah ada selama ratusan tahun masih sangat relevan dengan estetika modern.
Material tembaga pada bak mandi Kohler Reverie terbaru ini tidak hanya sekadar penutup, tapi menjadi bagian dari arsitektur itu sendiri. Warna tembaga yang akan berubah secara alami (patina) dianggap sebagai simbol bahwa barang tersebut memiliki “nyawa” dan mengikuti perjalanan waktu pemiliknya.
Baca Juga: 4 Konsep Kamar Mandi Terpadu: Kolaboras Grohe Spa x Buster + Punch Padukan Air, Cahaya, dan Sentuhan
Banyak orang yang selama ini hanya fokus pada ubin keramik yang bersih dan mengkilap. Namun, pameran ini memberikan sudut pandang berbeda bahwa permukaan yang tidak sempurna dan alami justru memberikan ketenangan pikiran.
Cahaya matahari yang memantul di permukaan logam memberikan efek visual yang dramatis sekaligus menenangkan. Ini adalah bentuk kemewahan baru yang lebih mementingkan perasaan penghuninya daripada sekadar pamer kemewahan visual yang kaku.
Tidak hanya soal bak mandi utama, perhatian juga tertuju pada detail kecil di area taman. Ada benda-benda unik yang disebut pollinator bath atau tempat mandi bagi serangga penyerbuk seperti lebah dan burung.
Ini sebuah pesan yang kuat bahwa rumah yang baik adalah rumah yang mendukung ekosistem di sekitarnya. Membangun hunian bukan lagi soal membatasi diri dari alam dengan tembok beton, melainkan bagaimana menciptakan harmoni agar makhluk hidup lain juga merasa nyaman di lingkungan tersebut.
Proses pembuatan benda-benda ini dilakukan di pabrik pengecoran bersejarah di Wisconsin, Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa di balik desain yang artistik, ada kekuatan industri yang sangat matang.
Baca Juga: 7 Cara Jitu Menata Ruang Kerja dari Rumah Tanpa Harus Bongkar Pasang Ruangan
Bagi para pengamat arsitektur, kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana seni kontemporer bisa bertemu dengan teknik warisan. Keberlangsungan hidup yang berkelanjutan ternyata tidak harus selalu bicara soal teknologi tinggi, tapi bisa lewat kesederhanaan material yang awet dan tahan lama.
Sentuhan Personal dalam Ritual Mandi Masa Depan
Pergeseran makna kamar mandi dari sekadar ruang fungsional menjadi ruang emosional menuntut pendekatan desain yang lebih personal. Di Milan Design Week 2026, gagasan ini dieksplorasi lebih jauh melalui perpaduan antara kerajinan tangan manusia dan kecerdasan puitis alam.
Penempatan ratusan lilin di sepanjang dinding instalasi bukan hanya untuk estetika, tetapi untuk menciptakan ritual yang mengasah kesadaran akan momen saat ini (mindfulness).
Setiap sudut bathhouse ini dirancang untuk memicu indra, mulai dari sentuhan tembaga yang hangat hingga aroma yang memenuhi udara. Narasi yang ingin dibangun adalah tentang bagaimana manusia kembali ke akar, menggunakan elemen bumi untuk memulihkan diri dari kelelahan dunia modern.
Baca Juga: Proyek Baru Las Vegas Sands Gandeng Woh Hup Bangun Ikon Ultra-Mewah Senilai Senilai Rp136 Triliun
Hal ini sangat terasa saat melihat bagaimana material besi cor yang berat bisa tampil begitu elegan dan menenangkan ketika bersentuhan dengan cahaya yang tepat.

“Instalasi ini berfungsi sebagai sarana untuk refleksi dan pembaruan diri,” ungkap perwakilan Kohler saat menjelaskan filosofi di balik struktur tersebut.
Kehadiran Richard Christiansen sebagai pendiri Flamingo Estate juga memberikan sentuhan magis karena ia dikenal dengan filosofi “wild alchemy”-nya. Ia percaya bahwa alam adalah sumber kemewahan terakhir yang luar biasa.
Pendekatan inilah yang dibawa ke Milan untuk menginspirasi bagaimana manusia seharusnya memperlakukan ruang pribadi mereka, terutama di saat manusia sangat membutuhkan ketenangan.
Bagi publik yang sedang berada di Italia, pameran ini dibuka untuk umum mulai Selasa, 21 April hingga Minggu, 26 April 2026 di Padiglione d’Arte Contemporanea.
Baca Juga: Hadiah Rp180 Juta Menanti di Sinar Mas Land Video Competition 2026, Kesempatan Kreator Unjuk Gigi
Kohler sendiri, yang sudah berdiri selama 153 tahun, terus berkomitmen untuk membantu masyarakat memiliki kehidupan yang lebih berkualitas lewat inovasi dapur dan kamar mandi.
Tren properti ke depan akan semakin fokus pada aspek wellness, di mana hunian akan menjadi tempat yang benar-benar memulihkan tenaga melalui keharmonisan dengan alam.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




