PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — KPR Take Over kini menjadi langkah finansial wajib bagi pemilik rumah untuk membersihkan beban bunga floating yang mulai menggerogoti arus kas di tengah memanasnya Tahun Kuda Api.
Berdasarkan data terbaru, angka inflasi tahunan mencapai 2,92%, yang secara mengejutkan telah melampaui pertumbuhan harga rumah nasional yang hanya berada di angka 0,7%.
Baca Juga: Dorong Kemudahan Pembiayaan MBR, Suku Bunga Kredit Ultra Mikro Diturunkan Sebesar 5 Persen
Fenomena ini menjadi alarm bagi masyarakat bahwa aset properti yang didiamkan tanpa pengelolaan pembiayaan yang tepat justru sedang “terbakar” nilainya secara riil.
Kondisi ekonomi di awal tahun 2026 ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan “Feng Shui” keuangan rumah tangga akibat elemen “Api” atau inflasi yang melahap pertumbuhan aset.
Saat ini, suku bunga BI masih stabil di level rendah 4,75%, namun banyak nasabah yang terjebak membayar bunga floating hingga di atas 11%.
Ketimpangan antara bunga yang dibayarkan ke bank dengan kenaikan harga rumah inilah yang memicu terjadinya financial ciong atau kemalangan finansial bagi pemilik properti.
Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, menjelaskan bahwa Tahun Kuda Api memiliki karakter liar yang tidak kenal ampun bagi mereka yang lambat dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Harga Rumah Seken 2025 Hanya Naik 0,7%, Pasar Properti Siap Melompat di 2026
“Bunga floating yang tinggi itu ibarat debu atau energi kotor yang menumpuk di rekening Anda. Di saat harga rumah hanya naik 0,7% tapi bunga yang Anda bayar bisa di atas 11%, Anda merasa memiliki aset, padahal nilainya sedang tergerus,” ungkap Marisa.
Menurutnya, melakukan refinancing adalah satu-satunya jalan untuk memadamkan “api” bunga tinggi tersebut.
Dengan melakukan langkah proaktif ini, pemilik rumah dapat memastikan bahwa tempat tinggal mereka tetap menjadi sumber kenyamanan dan bukan justru menjadi beban finansial yang memberatkan.
Meskipun pasar properti di daerah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi masih menunjukkan gairah pertumbuhan, risiko tergerus inflasi tetap mengintai.
Oleh karena itu, mengubah strategi pembiayaan menjadi lebih cerdas melalui optimalisasi aset adalah pilihan bijak di tahun baru ini.
Baca Juga: Sinyal Positif Pasar Perkantoran Jakarta: Penyewa Kini Berkuasa Atas Harga Sewa Gedung Premium!
Strategi KPR Take Over: Raih “Angpao” Penghematan Ratusan Juta
Memasuki tahun yang penuh ketidakpastian ini, keberuntungan atau hoki finansial hanya akan berpihak pada mereka yang berani bermanuver dan melakukan aksi nyata.
Salah satu keuntungan utama dari program ini adalah kemampuan untuk memindahkan cicilan dari bunga floating yang mencekik (±12%) ke bunga fixed promo yang jauh lebih rendah, mulai dari kisaran 4-5%.
Selisih bunga yang signifikan ini merupakan potensi penghematan besar yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga lainnya.
Firman Pamungkas, VP Marketing Rumah123, menegaskan bahwa pemilik rumah tidak boleh sekadar menunggu suku bunga turun secara alami.
“Jangan menunggu bunga turun sendiri, karena karakter tahun ini penuh ketidakpastian. Dengan memindahkan KPR, Anda bisa menciptakan penghematan hingga ratusan juta rupiah sampai lunas. Itu adalah ‘Angpao’ nyata yang bisa Anda berikan untuk keluarga,” jelas Firman.
Baca Juga: Anandaya Home Resort Mulai Bangun Cluster Nala, Harga Naik 5% Setelah Lebaran!
Penghematan ini menjadi nilai tambah yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Guna memudahkan konsumen, Rumah123 kini menghadirkan layanan pendampingan end-to-end yang bertindak layaknya konsultan pribadi bagi pemilik rumah.

(Ilustrasi/PropertiTerkini.com.)
Layanan ini mencakup penghitungan potensi keuntungan secara detail, pemilihan bank dengan penawaran bunga terbaik, hingga pengurusan administrasi yang sering dianggap rumit.
Dengan slogan #DibantuSampaiBeres, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk mengambil langkah penyelamatan finansial ini.
Sebagai marketplace properti nomor satu di Indonesia, Rumah123 berkomitmen memberikan solusi terbaik bagi para pencari properti dan investor melalui akses ke berbagai institusi perbankan.
Konsumen kini dapat melakukan simulasi kemampuan cicilan dan konsultasi gratis untuk mengetahui potensi “hoki” penghematan mereka secara daring.
Baca Juga: Harga Rumah di Bekasi dan Depok Naik Lagi, Masihkah Worth It untuk Investasi di 2026?
Jangan biarkan aset Anda terus tergerus, jadikan Tahun Kuda Api ini sebagai titik balik kesuksesan finansial Anda.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




