PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Strategi KPR pasutri baru menjadi isu krusial di awal perjalanan rumah tangga, seiring tingginya kebutuhan akan hunian yang layak sekaligus aman secara finansial.
Memiliki rumah pertama bukan sekadar pencapaian emosional, tetapi keputusan jangka panjang yang membutuhkan perencanaan matang agar tidak menjadi beban keuangan di kemudian hari.
Baca Juga: Mulai dari Gaji UMR, Ini Strategi Investasi Gen Z Kumpulkan DP Rumah Pertama
Menyadari tantangan tersebut, Pinhome bersama Sharia Financial Advisor Safi Dewi menggelar sesi online talk show bertajuk “New Chapter, New Home: Financial Hacks for Newlyweds”.
Forum ini membahas langkah konkret yang dapat diterapkan pasangan suami istri (pasutri) baru dalam mengelola keuangan sekaligus memilih skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tepat dan berkelanjutan.
5 Langkah Cerdas Strategi KPR Pasutri Mengatur Keuangan demi Rumah Pertama
Memasuki fase baru sebagai pasangan suami istri, keputusan membeli rumah pertama kerap menjadi target besar yang membutuhkan perhitungan matang. Tanpa strategi yang jelas, langkah ini berisiko membebani keuangan jangka panjang.
Karena itu, memahami strategi KPR pasutri baru melalui pengelolaan arus kas, kesiapan dana darurat, hingga pemilihan skema pembiayaan yang tepat menjadi fondasi penting agar kepemilikan rumah dapat dicapai secara aman, realistis, dan berkelanjutan.
Berikut adalah 5 langkah cerdas bagi pasutri dalam mengatur keuangan agar dapat membeli rumah pertama:
1. Dana Darurat Jadi Fondasi Utama Pasutri Baru
Dalam perencanaan kepemilikan rumah, kesiapan finansial menjadi indikator awal yang tidak bisa ditawar.
Safi Dewi menegaskan bahwa pasutri perlu menyelesaikan dana darurat sebelum memulai tabungan rumah.
Baca Juga: PPN DTP 2026: Menkeu Bebaskan PPN Rumah dan Apartemen, Insentif Berlaku 1 Tahun Penuh
“Idealnya, dana darurat diselesaikan terlebih dahulu untuk kebutuhan minimal enam bulan sebelum menabung tujuan lain seperti rumah,” ujar Safi.
Dana darurat ini berfungsi sebagai bantalan risiko apabila terjadi kondisi tak terduga, seperti gangguan pendapatan atau kebutuhan medis mendesak.
Tanpa fondasi ini, cicilan rumah berpotensi mengganggu stabilitas arus kas keluarga muda.
2. Siapkan DP Rumah dan Biaya Tambahan Sejak Awal
Selain dana darurat, pasutri disarankan memiliki tabungan uang muka (down payment/DP) rumah beserta dana untuk biaya tambahan di luar DP, seperti biaya administrasi, notaris, dan pajak.
Kesiapan finansial juga diperkuat dengan:
Tabungan cadangan dengan nominal tertentu
Kepemilikan proteksi syariah berbasis prinsip tolong-menolong
Kemampuan menabung untuk tujuan keuangan lain, seperti pendidikan atau investasi jangka panjang
Baca Juga: Kementerian PKP keluarkan Permen No 18 Tahun 2025 Untuk Dukung Sektor Perumahan
Pendekatan ini memastikan pembelian rumah tidak mengorbankan tujuan finansial lain yang sama pentingnya.
3. Menentukan Rumah Sesuai Kemampuan, Bukan Gengsi
Setelah kesiapan finansial terpenuhi, tahap berikutnya adalah menyusun strategi pemilihan rumah. Safi menekankan bahwa pasutri perlu realistis dalam menentukan pilihan properti.
“Tidak harus ideal, yang terpenting cicilan tetap terjangkau dan tidak mengganggu pos finansial lainnya,” jelasnya.
Terdapat tiga faktor utama yang perlu dipertimbangkan:
Lokasi rumah
Kesesuaian cicilan dengan arus kas bulanan
Baca Juga: Saham Bonus 25:12, RISE Naikkan Modal Dasar Rp3 Triliun untuk Perkuat Ekspansi Properti
Pendekatan ini membantu pasutri menghindari jebakan over-budget yang kerap terjadi pada pembeli rumah pertama.
4. Minat KPR Syariah Meningkat, Ini Alasannya
Dari sisi pembiayaan, KPR Syariah semakin diminati masyarakat. Data internal Pinhome mencatat adanya kenaikan minat KPR Syariah sebesar 4 persen pada Semester I 2025 dibandingkan Semester II 2024.
CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan bahwa tren ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap skema pembiayaan syariah.
“KPR Syariah menawarkan kepastian cicilan, akad yang transparan, serta sistem pembiayaan tanpa bunga. Hal ini memberikan rasa aman dalam perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Dara.
Karakteristik tersebut dinilai relevan bagi pasutri baru yang membutuhkan kepastian dan stabilitas dalam mengelola keuangan keluarga.
Baca Juga: Kejutan Awal Tahun 2026, Saham DADA Melonjak 35 Persen Tanda Fundamental Perseroan Semakin Solid
5. Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Mengambil KPR Syariah

Meski menawarkan berbagai keunggulan, Safi Dewi mengingatkan agar pasutri tetap cermat sebelum memilih KPR Syariah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Memahami mekanisme akad sejak awal
Mengetahui total harga rumah secara transparan
Menghitung realistis kemampuan menyiapkan uang muka
Memilih bank syariah yang amanah dan memiliki program jelas
Sebagai bagian dari solusi, Pinhome menghadirkan akses ke berbagai mitra perbankan.
“Pinhome telah bermitra dengan lebih dari 25 bank syariah dan konvensional, seperti Bank Muamalat, BSI, dan CIMB Niaga Syariah. Kami juga menyediakan fitur simulasi KPR serta layanan bantuan pengajuan KPR secara gratis,” tutup Dara.
Langkah ini membantu calon pembeli memperoleh rekomendasi pembiayaan yang objektif dan sesuai kemampuan finansial masing-masing.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com






