PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Schneider Electric kembali mencatatkan pencapaian penting pada 2025 dengan mempertahankan skor ESG tertinggi dari sejumlah lembaga pemeringkat global.
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) kini menjadi parameter utama dalam pengambilan keputusan investasi dan pemilihan mitra industri.
Perusahaan dengan skor rendah berisiko kehilangan akses pembiayaan dan kontrak strategis.
Schneider Electric dinilai unggul dalam aspek iklim, tata kelola, serta manajemen risiko.
Konsistensi ini menjadi relevan karena regulator global dan pasar semakin ketat terhadap standar keberlanjutan.
Bagi sektor industri—mulai dari manufaktur, data center, hingga infrastruktur—rekam jejak ESG bukan lagi sekadar reputasi, tetapi faktor daya saing jangka panjang.
Schneider Electric Pertahankan Skor ESG Tertinggi di 6 Lembaga Global
Sepanjang 2025, Schneider Electric mencatat capaian berikut:
CDP Climate Change: A (A-List 2025) dari 23.000 perusahaan
EcoVadis: 87/100 (Platinum, Top 1%) dari 150.000 perusahaan
MSCI ESG Rating: AAA selama 15 tahun berturut-turut
S&P Global CSA: 85/100, peringkat kedua di industrinya
Sustainalytics ESG Risk Rating: 7,1 (Negligible Risk), peringkat 1 dari 301 perusahaan sejenis.
Perusahaan juga masuk dalam daftar Global 100 Most Sustainable Corporations serta Fortune’s World’s Most Admired Companies™ 2026.
Bagi investor, skor AAA dan kategori risiko “negligible” menunjukkan stabilitas serta pengelolaan risiko jangka panjang yang solid.
Ini berpotensi berdampak pada biaya modal yang lebih kompetitif.
Bagi klien industri, rating ESG tinggi memperkuat keyakinan bahwa solusi elektrifikasi dan otomasi yang digunakan selaras dengan target dekarbonisasi global.
Dampaknya bagi Industri dan Komitmen di Indonesia
Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, menyatakan bahwa, pengakuan ini mencerminkan konsistensi pendekatan perusahaan serta kemajuan nyata yang telah dicapai dalam perjalanan keberlanjutan Schneider Electric.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan standar, sekaligus berkolaborasi erat dengan pemerintah, pelanggan, dan mitra untuk mendorong transformasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak nyata,” ujarnya.
Strategi keberlanjutan perusahaan dijalankan melalui program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021–2025 dengan target terukur di bidang iklim, sumber daya, kepercayaan, dan kesetaraan peluang.

Bagi industri di Indonesia, capaian ini selaras dengan agenda transisi energi nasional.
Mitra bisnis membutuhkan solusi yang bukan hanya efisien, tetapi juga memenuhi standar ESG global.
Namun, standar pelaporan ESG terus berkembang dan tekanan regulasi karbon semakin meningkat.
Perusahaan mitra perlu memastikan implementasi nyata agar manfaat keberlanjutan dapat dirasakan secara konkret.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com






