Friday, June 18, 2021
Pasang Iklan disini ....

Sambangi Modern Halal Valley, Menperin Harap Jadi Pusat Produksi Halal Dunia

Progres pengembangan kawasan Modern Halal Valley telah memasuki tahapan pembangunan sarana dan prasarana berupa infrastruktur jalan di dalam kawasan, serta fasilitas infrastruktur pendukung lainnya.

PropertiTerkini.com, (CIKANDE) — Senin (10/5/2021), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi Modern Halal Valley yang berada dalam kawasan industri ModernCikande Industrial Estate (MCIE), Serang, Banten.

Modern Halal Valley dibangun di lahan seluas 500 hektar dari total 3.175 hektar kawasan yang dikembangkan oleh PT Modern Industrial Estat, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk.

Baca Juga: Promo THR di Kota Modern, Diskon Hingga Rp1,1 Miliar

Kawasan halal pertama di Indonesia ini telah lolos verifikasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahun 2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan dalam Rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal.

“Pemerintah mendorong agar industri besar dan industri kecil menengah (IKM) mampu bersinergi dengan baik di Modern Halal Valley. Salah satunya dengan menyiapkan sebuah platform e-commerce untuk ekosistem yang terbentuk di sini, bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI),” ujar Agus.

Pascall Wilson, Managing Director Industrial PT Modernland Realty Tbk., yang juga Direktur Utama PT Modern Industrial Estat mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Modern Halal Valley sebagai halal hub global yang akan mengedepankan integrasi rantai pasok.

Baca Juga: 1000 Rumah Untuk Korban Bencana Siap Dibangun di NTT

Kata dia, pembangunan kawasan halal ini akan berjalan dalam waktu lima tahun, yang terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama 150 ha, kedua 150 ha, dan ketiga 200 ha.

Untuk menjangkau pasar global, Modern Halal Valley telah menjangkau jaringan kawasan industri halal internasional seperti Cordoba Halal Park Spanyol, Johor Iskandar Halal Park, dan Penang International Halal Hub.

“Pengembangan Kawasan Industri Halal masih memerlukan intervensi pemerintah dalam hal  pemberian insentif khusus produk halal dan penyederhanaan proses sistem sertifikasi. Apalagi, Kawasan Industri Halal berpotensi mengembangkan produk IKM yang berorientasi ekspor,” ujar Pascall.

Pascall optimis jika kawasan Modern Halal Valley akan menjadi epicentrum global bagi industri halal dunia. Hal ini tentunya sesuai dengan harapan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia.

Baca Juga: Dilengkapi Sanitizing Room, Begini Keunggulan Klaster Aether BSD City

“Di Indonesia, industri halal belum diterapkan secara maksimal. Padahal Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar untuk produk halal dunia. Ironisnya, Indonesia sendiri masih berada di peringkat 5 besar dalam pasar Industri halal dunia, dimana, posisi pertama masih dipegang oleh Malaysia yang sekarang ini sedang mengembangkan industri halalnya secara masif,” tambah Pascall.

Sayangnya, lanjut Pascall, Indonesia baru sebatas pasar dan belum menjadi pelaku industrinya. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pihaknya dalam mengembangkan cluster industri halal pertama di Indonesia bernama Modern Halal Valley di dalam kawasan ModernCikande Industrial Estate.

“Melalui Modern Halal Valley, ModernCikande siap memfasilitasi investor industri halal baik itu lokal maupun mancanegara yang ingin berinvestasi dan mengembangkan produk-produk bersertifikasi halal di Indonesia,” jelas Pascall.

Karena itu Pascall berharap, agar ke depannya akan semakin banyak lagi kawasan industri halal yang tumbuh dan berkembang di Indonesia seperti halnya Modern Halal Valley. Dengan demikian, upaya untuk dapat menarik perhatian para investor asing ke tanah air sekaligus rencana meningkatkan produksi produk halal di dalam negeri dapat segera terealisasi.

Fasilitas Berstandar Internasional

Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan Modern Halal Valley sebagai epicentrum global bagi industri halal dunia. Antara lain, merupakan kawasan industri halal pertama dan terbesar di Indonesia dengan rencana pengembangan seluas 500 hektar. Sesuai visinya, keberadaan kawasan industri halal mencakup Halal Intregrated Supply Chain, Standard Factory Building, Industrial Land, dan Logistic Park.

Modern Halal Valley juga merupakan zona industri halal yang merangkul nilai-nilai Muslim, memenuhi standar tertinggi dalam hal halal, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Di Tengah Gempuran Pandemi, Diamond Citra Propertindo Catat Kenaikan Aset dan Laba Bersih Hingga 109,77%

Modern Halal Valley juga menyediakan berbagai kebutuhan penunjang bagi ekosistem halal yang lengkap untuk produksi halal yang efisien serta pendistribusian domestik dan ekspor ke pasar internasional.

“Zona industri halal yang kami kembangkan memiliki infrastruktur dan fasilitas yang menunjang manajemen dan distribusi halal, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun pasar internasional,” jelas Pascall.

Pascall menambahkan, kawasan industri halal di MCIE telah didukung fasilitas dan infrastruktur modern yang telah terintegrasi serta memiliki akses pada jaringan pasar halal global.

Saat ini kawasan industri ModernCikande sudah saling terintegrasi karena dilengkapi dengan infrastruktur berkualitas dan fasilitas-fasilitas pendukung serta pengaturan kawasan. Di Kawasan ini juga disediakan kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang akan membantu dan memberi informasi bagi para investor asing terkait semua hal tentang investasi di Indonesia termasuk membantu permohonan izin dan penyerahan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM).

Baca Juga: 70 Persen Milenial Tertarik Beli Rumah Daripada Apartemen

ModernCikande Industrial Estate sebagai salah satu kawasan industri terbesar di barat Jakarta. Berjarak hanya 70 km dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan akses tol langsung melalui exit Tol Cikande yang hanya berjarak 900 meter dari gerbang kawasan industri ModernCikande Industrial Estate untuk menuju ruas Tol Jakarta-Merak.

Dari total lahan 3.175 hektar, luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 40% dengan sisa landbank sekitar 1900-an hektar. Saat ini ModernCikande telah dihuni lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dengan berbagai ragam jenis usaha.

Perusahaan yang mendominasi adalah perusahaan chemical, diikuti oleh perusahaan yang bergerak di bidang steel, metal product & smelter serta perusahaan di bidang home & building materials.

PT Modern Industrial Estat menawarkan lahan di kawasan pengembangan Modern Halal Valley berupa kavling industri untuk produk makanan & minuman, obat-obatan, kosmetika, dan tidak menutup kemungkinan bagi jenis industri lain yang berkaitan dengan produk turunan halal.

Baca Juga: Nuvasa Bay Batam Serah Terima Unit Apartemen Tower Kaina

“Ke depannya gudang logistik, ruko serta perumahan dan dryport akan segera kami bangun di kawasan Modern Halal Valley ini,” kata Pascall Wilson.

PT Modern Industrial Estat juga telah menjalin kerja sama dengan perbankan syariah yang merupakan salah satu cara membentuk suatu ekosistem halal di Indonesia.

“Melalui skema kerja sama dengan perbankan syariah, maka pembiayaan kawasan halal dapat lebih terakomodir dengan baik karena para investor dapat lebih nyaman berinvestasi di kawasan industri halal,” tegas Pascall.

Saat ini, progress pengembangan kawasan Modern Halal Valley telah memasuki tahapan pembangunan sarana dan prasarana berupa infrastruktur jalan di dalam kawasan, serta fasilitas infrastruktur pendukung lainnya.

Baca Juga: Rumah New Shinano Precast Cetak Rekor MURI, Pembangunan Tercepat di Indonesia

“Sejauh ini sudah ada major tenant yang telah menyatakan untuk bergabung di Modern Halal Valley,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU