PropertiTerkini.com, (MALANG) — Sharp Indonesia berhasil menorehkan tinta emas dengan mencatatkan angka penjualan domestik sebesar Rp11,9 triliun sepanjang tahun 2025.
Angka fantastis ini tidak hanya melampaui target tahunan sebesar 102 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi juga resmi menjadi rekor penjualan tertinggi dalam sejarah berdirinya perusahaan di tanah air.
Baca Juga:Â Harga Bahan Baku Naik, Begini Strategi Sharp Hadapi Tekanan Pasar 2026
Isu utama yang mengemuka adalah bagaimana merek ini mampu bertahan dan tumbuh agresif di tengah daya beli masyarakat yang sedang mengalami kontraksi.
Bagi konsumen dan pemilik hunian, pencapaian ini merupakan sinyal penting bahwa produk yang hemat energi dan tahan lama tetap menjadi prioritas utama meski kondisi ekonomi makro belum sepenuhnya stabil.
Keberhasilan ini sangat penting saat ini karena sektor industri elektronik menjadi indikator daya beli masyarakat Indonesia terhadap barang sekunder.
Nilai penjualan yang nyaris menyentuh angka Rp12 triliun tersebut memberikan optimisme bagi pasar properti dan perlengkapan rumah tangga bahwa kebutuhan akan perangkat berkualitas tetap tinggi.
Namun, terdapat catatan penting bagi konsumen terkait adanya potensi kenaikan harga di masa depan akibat fluktuasi harga bahan baku global.
Oleh karena itu, momentum pencapaian ini menjadi titik balik bagi perusahaan untuk memperkuat layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang di seluruh pelosok negeri guna menjaga kepercayaan pelanggan yang telah terbangun puluhan tahun.
Baca Juga:Â Sharp Perluas Lini Smartphone Premium Lewat AQUOS sense10 dan AQUOS R10
Dominasi Market Leader Sharp Indonesia di Sektor Hunian
Adapun prestasi penjualan pada tahun lalu ditopang oleh performa kuat berbagai kategori utama, mulai dari AC, lemari es, mesin cuci, TV, hingga produk audiovisual dan small home appliances.
National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, menegaskan bahwa performa kuat ini ditopang oleh kategori produk utama yang menjadi kebutuhan dasar rumah tangga.
“Sharp masih mempertahankan posisi market leader untuk sejumlah kategori strategis, khususnya produk dengan teknologi hemat energi dan berorientasi pada kebutuhan hunian modern seperti, Lemari Es sebesar 33,2%, Mesin Cuci 26,1%, dan AC mencapai 21,2%,” terang Andry kepada media dalam acara Sharp Press Gathering 2025 di Batu, Malang, Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga:Â Kulkas Side by Side Midea Hadir Sebagai Solusi Hemat untuk Dapur Elegan
Capaian ini membuktikan bahwa strategi perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan hunian modern sangat efektif.

Andry menjelaskan bahwa kepercayaan konsumen adalah kunci utama yang membuat merek asal Jepang ini tetap tegak berdiri di tengah persaingan ketat dengan pemain baru.
“Pencapaian di tahun 2025 menjadi bukti kepercayaan konsumen terhadap Sharp. Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan industri yang semakin ketat, kami bersyukur dapat mencatat pertumbuhan positif dan memperkuat posisi Sharp di pasar elektronik nasional,” ujar Andry kepada media dalam acara Sharp Press Gathering di Batu, Malang, Sabtu (7/2/2026).
Andry menambahkan bahwa tahun 2025 merupakan fase pembuktian bagi industri elektronik untuk melihat sejauh mana kebijakan pemerintahan baru berdampak pada sektor riil.
Baca Juga:Â AQUA Elektronik 39 Tahun: Strategi Produk Rumah Tangga 2026 di Tengah Perubahan Hunian Modern
Meskipun data pasar secara umum belum menunjukkan pertumbuhan signifikan di akhir tahun, Sharp mampu mengambil celah dengan strategi distribusi yang menyentuh hingga ke level sub-dealer di daerah-daerah kecil.
Strategi Produk Inovatif dan Ekspansi Smartphone AQUOS
Dari sisi inovasi, tahun 2025 menjadi momentum penting dengan kehadiran berbagai produk baru, termasuk TV layar besar ber-TKDN, AC dengan fitur LED temperature display, serta lini produk rumah tangga terbaru yang mendukung gaya hidup praktis dan berkelanjutan.
Selain perangkat elektronik besar, Sharp juga mulai menggenjot kategori small home appliances dan televisi layar lebar untuk melengkapi kebutuhan interior properti.
Kehadiran produk smartphone melalui lini AQUOS Sense 10 dan AQUOS R10 juga menjadi catatan positif dalam diversifikasi pasar perusahaan di tahun lalu.
Baca Juga:Â PPN DTP 100% 2026: Rumah Bebas Pajak, Tapi Waspada Harga Jebakan!
Inovasi teknologi yang berorientasi pada penghematan listrik menjadi daya tarik utama, mengingat biaya energi menjadi salah satu beban bulanan terbesar bagi penghuni rumah atau apartemen.
Sharp menyadari bahwa dengan memberikan solusi biaya operasional yang rendah, konsumen akan lebih tertarik untuk melakukan pembaruan perangkat elektronik lama mereka ke model terbaru yang lebih efisien.

“Kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap punya identitas positif untuk membawa berita yang bagus untuk rakyat Indonesia. Jadi gak hanya extend file aja, kita juga akan membahas yang lebih positif,” tambah Andry menekankan pentingnya narasi optimisme di dunia bisnis.
Ia juga mengisyaratkan bahwa rencana ekspansi tetap berjalan, termasuk rencana pembukaan pabrik baru untuk memperkuat basis produksi lokal.
Dengan memproduksi lebih banyak komponen secara domestik, Sharp berharap dapat meminimalisir ketergantungan pada impor yang sering kali terpengaruh oleh kurs mata uang.
Baca Juga: Pembiayaan Rumah Subsidi MBR Melesat: BRI–PKP Perkuat Harapan Hunian Rakyat
Langkah ini dipandang sebagai risiko mitigasi yang cerdas untuk menjaga kestabilan harga produk di tingkat konsumen akhir pada periode mendatang.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




