BERITA TERKAIT

Proyek Baru Las Vegas Sands Gandeng Woh Hup Bangun Ikon Ultra-Mewah Senilai Senilai Rp136 Triliun

Ekspansi besar-besaran ini menelan biaya fantastis hingga US$8 miliar untuk menghadirkan menara hotel all-suite terbaru. Dengan menggandeng kontraktor lokal, proyek ini mempertegas dominasi Sands di lanskap properti global.

PropertiTerkini.com(SINGAPURA) — Proyek baru Las Vegas Sands kini resmi memasuki babak baru setelah kontrak konstruksi bernilai miliaran dolar dijatuhkan kepada perusahaan lokal asal Singapura, Woh Hup (Private) Limited. Pemilihan ini dilakukan melalui proses tender yang sangat ketat, menyisihkan berbagai raksasa konstruksi di Asia.

Hal ini menjadi perbincangan hangat karena Sands memilih untuk mempercayakan visi ambisiusnya kepada mitra yang memiliki akar kuat di Singapura. Isu utamanya jelas, yaitu kelanjutan investasi jangka panjang yang akan mengubah wajah ikonik Marina Bay dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Las Vegas Sands Gelontorkan US$8 Miliar untuk Destinasi Ultramewah Baru di Singapura

Dampak dari pengumuman ini tidak main-main bagi peta ekonomi lokal maupun regional. Bagi pelaku industri konstruksi, penunjukan ini membuktikan bahwa kapabilitas perusahaan lokal mampu bersaing di level tertinggi untuk menggarap proyek kompleks.

Sementara itu bagi publik luas, ini adalah sinyal bahwa Singapura masih menjadi pusat pertumbuhan properti ultra-mewah yang sangat menjanjikan.

Kehadiran pengembangan ini juga diprediksi akan menyerap ribuan tenaga kerja baru. Saat ini saja, sudah ada sekitar 5.000 pekerja yang bergerak 24 jam di lokasi demi mengejar target.

Mengapa proyek ini menjadi begitu penting untuk diperhatikan sekarang? Jawabannya terletak pada skala dampak ekonominya yang masif.

Proyek ekspansi ini diperkirakan menelan biaya total hingga US$8 miliar atau setara dengan Rp136 triliun (berdasarkan kurs Rp16.994,60), sebuah angka yang fantastis untuk satu kawasan terpadu.

Baca Juga: Liburan Keluarga di Singapura: Paket Hotel + Tiket Atraksi Mulai Rp4 Jutaan di PARKROYAL Beach Road

Pada tahun 2025 saja, Marina Bay Sands diperkirakan sudah menyumbang sekitar 1,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura. Angka tersebut mencakup belanja bisnis tahunan yang mencapai S$2,64 miliar, di mana mayoritasnya dialokasikan kepada vendor-vendor lokal.

Dengan adanya pengembangan baru ini, kontribusi ekonomi tersebut dipastikan akan melesat lebih tinggi seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan delegasi bisnis dunia ke fasilitas terbaru nantinya.

Secara finansial, pengadaan bisnis tahunan dari operasional yang ada saat ini saja sudah mencapai S$2,64 miliar, dimana mayoritasnya dialokasikan kepada vendor-vendor lokal.

Namun, ada catatan penting yang perlu diingat oleh para pengamat properti. Seluruh kemegahan ini ditargetkan baru bisa dinikmati atau selesai pada tahun 2030, dengan rencana pembukaan secara resmi pada 2031. Jadwal ini pun masih bergantung pada persetujuan final dari Pemerintah Singapura.

Ambisi dan Detail Teknis dalam Proyek Baru Las Vegas Sands

Membangun sesuatu yang ultra-mewah tentu membutuhkan sentuhan arsitektur yang tidak biasa. Proyek ini kembali mempercayakan desainnya kepada Safdie Architects yang dipimpin oleh arsitek ternama Moshe Safdie.

Baca Juga: Pan Pacific Hotels Group Tambah 8 Properti Baru, PARKROYAL Serviced Suites Hanoi Resmi Dibuka

Salah satu fitur yang paling mencolok dan bakal jadi bahan pembicaraan adalah Skyloop. Desain ini memiliki bentuk unik seperti sayap kembar yang melayang di ketinggian, menambah daftar panjang ikon arsitektur di kawasan tersebut.

Detail arsitektur Skyloop pada proyek baru Las Vegas Sands
Skyloop dengan desain sayap kembar akan menjadi fitur utama di puncak menara hotel all-suite pada proyek baru Las Vegas Sands. (Foto: Dok. Las Vegas Sands)

Tidak hanya soal estetika, sisi fungsionalnya juga diperhatikan dengan sangat detail untuk kebutuhan pasar kelas atas.

Fasilitas yang akan dihadirkan mencakup menara hotel mewah yang seluruh kamarnya berstatus all-suite. Di puncaknya, akan tersedia pengalaman kuliner khas di atas rooftop yang menawarkan pemandangan kota. Selain itu, area ini akan dilengkapi dengan butik ritel mewah, spa, serta pusat kesehatan holistik.

Bagi para pelaku bisnis, ketersediaan ruang pertemuan premium seluas 200.000 kaki persegi menjadi daya tarik utama untuk menyelenggarakan acara berskala internasional. Semua ini dirancang untuk memastikan bahwa standar kemewahan yang ditawarkan benar-benar berada di level berikutnya.

Baca Juga: Proyek Iwan Sunito di Five Dock Senilai Rp19 Triliun Resmi Diluncurkan

Satu hal yang cukup menarik adalah pembangunan arena khusus berkapasitas 15.000 kursi. Tempat ini sengaja dirancang untuk memperkuat ekosistem hiburan live di Asia, terutama dengan latar belakang Marina Bay yang ikonik. Dengan kapasitas sebesar itu, ajang konser dunia atau acara hiburan kelas atas diharapkan bisa rutin singgah di sini.

Pembangunan podium tiga tingkat juga disiapkan untuk menampung ruang MICE premium, sehingga integrasi antara bisnis dan hiburan menjadi sangat erat. Strategi ini terlihat jelas ingin menyasar konsumen premium yang mencari pengalaman lengkap dalam satu lokasi.

Woh Hup sendiri bukan nama baru dalam dunia pembangunan di Negeri Singa tersebut. Berdiri sejak tahun 1927, perusahaan ini sudah membidani lahirnya proyek-proyek besar seperti Gardens by the Bay dan Jewel Changi Airport.

Patrick Dumont, Chairman dan CEO Las Vegas Sands, menyatakan kegembiraannya bisa bekerja sama dengan mitra lokal yang sudah terbukti rekam jejaknya.

“Woh Hup telah memainkan peran penting dalam membentuk pembangunan Singapura, dan kami senang dapat bekerja sama dengan perusahaan lokal yang telah berkontribusi pada banyak landmark ikonik negara ini,” ujarnya.

Baca Juga: IHG Bangun Hotel Terbesar di Jepang: Proyek 817 Kamar Dekat Universal Studios Japan Dibuka 2029

Sementara itu, Kim Yong, Chairman Woh Hup (Private) Limited menegaskan bahwa penunjukan ini adalah sebuah kehormatan besar. Sinergi antara visi global Sands dan keahlian lokal Woh Hup inilah yang menjadi pondasi utama dalam mewujudkan proyek ikonik ini.

“Kami juga merasa terhormat ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk pengembangan ultra-mewah terbaru Las Vegas Sands, sebuah proyek yang akan menjadi simbol baru ambisi dan posisi global Singapura,” katanya.

Kontribusi Ekonomi dan Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat

Kehadiran proyek ini nyatanya bukan sekadar membangun gedung tinggi untuk orang kaya. Data menunjukkan bahwa operasional terintegrasi seperti ini mampu memberikan efek berantai ke berbagai industri, mulai dari pariwisata, ritel, hingga rantai pasok yang luas.

Marina Bay Sands selama ini secara konsisten mengalokasikan lebih dari 90 persen pengeluaran pengadaannya kepada perusahaan-perusahaan yang berbasis di Singapura. Pola yang sama dipastikan akan terus berlanjut pada pengembangan fase terbaru ini, sehingga ekonomi lokal tetap berdenyut kencang.

Baca Juga: TEKCE, Perusahaan Properti Asal Spanyol Luncurkan Program Partner dan Affiliate, Bidik Kolaborasi Properti Lintas Negara

Sepanjang tahun 2025, kawasan terpadu ini telah menyambut lebih dari 36 juta pengunjung. Sebanyak 2.000 lebih acara MICE berhasil diselenggarakan dengan total delegasi mencapai hampir 1,4 juta orang.

Angka-angka ini menjadi bukti betapa kuatnya daya tarik fasilitas yang dikelola oleh Sands dalam mendatangkan massa dan perputaran uang.

Investasi modal yang terus dikucurkan menjadi bahan bakar utama untuk menjaga agar ekonomi tidak hanya tumbuh secara langsung, tapi juga memberikan nilai tambah tidak langsung melalui ekosistem bisnis di sekitarnya.

Fasilitas podium tiga tingkat untuk ruang MICE premium dan arena hiburan berkapasitas 15.000 kursi di proyek baru Las Vegas Sands
Proyek baru Las Vegas Sands menyediakan arena berkapasitas 15.000 kursi untuk memperkuat ekosistem hiburan live di Asia. (Foto: Dok. Las Vegas Sands)

Pihak manajemen Sands menekankan bahwa kontribusi positif bagi ekonomi akan dilakukan secara berkelanjutan. Fokusnya bukan hanya pada keuntungan finansial semata, tetapi juga pada tanggung jawab korporasi yang mencakup pelayanan kepada manusia, komunitas, dan lingkungan.

Melalui program seperti Sands Cares dan Sands ECO360, dampak sosial dan pengelolaan lingkungan diupayakan tetap berjalan seimbang dengan pembangunan fisik yang masif. Prinsip ini sangat penting agar keberadaan properti megah tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat luas dalam jangka panjang.

Baca Juga: Wajah Ekonomi Jakarta 2026: Transformasi Ritel dan Industri Jadi Penjaga Resiliensi Nasional

Sebagai catatan penutup, meski proyek ini terlihat sangat menjanjikan, proses konstruksi tetap berjalan di bawah pengawasan ketat dan regulasi pemerintah. Target penyelesaian tahun 2030 adalah sebuah perjalanan yang cukup panjang dan membutuhkan konsistensi kerja.

Bagi masyarakat atau investor yang memantau perkembangan properti, dinamika pembangunan ini menjadi indikator penting mengenai arah tren gaya hidup ultra-mewah di masa depan.

Las Vegas Sands tampaknya sangat serius ingin mempertahankan posisinya sebagai pengembang integrated resort terkemuka di dunia melalui langkah-langkah besar seperti ini.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page