PropertiTerkini.com, (BANGKOK) — PropertyGuru Asia Real Estate Summit (ARES 2025) menyoroti lima isu strategis utama yang dinilai akan membentuk arah industri properti Asia Pasifik ke depan, mulai dari penguatan marketplace tepercaya hingga pembangunan kota tangguh dan berkelanjutan.
Agenda ini menjadi bagian penting dari rangkaian PropertyGuru Week 2025 yang digelar di Bangkok, Thailand.
Baca Juga: PropertyGuru Indonesia Property Awards 2025 Hasilkan 60 Pemenang Dari Berbagai Kategori
Edisi ke-11 PropertyGuru ARES 2025 berlangsung pada 11 Desember 2025 di The Athenee Hotel, Bangkok.
Mengusung tema “Trusted Marketplaces and Thriving Communities”, ajang ini dihadiri lebih dari 400 delegasi lintas sektor dari 13 negara Asia Pasifik, terdiri dari pengembang properti, arsitek, investor, perencana kota, hingga pelaku teknologi properti (proptech).
Lima Isu Strategis Properti Asia Pasifik dalam ARES 2025
Dalam rangkaian diskusi panel, keynote, dan sesi pakar, ARES 2025 secara komprehensif mengulas lima isu strategis yang berada di persimpangan antara properti, teknologi, dan desain perkotaan.
Isu pertama adalah penguatan marketplace properti yang tepercaya (trusted marketplaces).
ARES 2025 menegaskan bahwa kepercayaan menjadi fondasi utama ekosistem properti digital.
Baca Juga: Paramount Land Sabet Best Township Developer Asia di Ajang PropertyGuru Asia Property Awards 2025
Marketplace tidak lagi diposisikan sekadar sebagai platform listing, melainkan sebagai penyedia data, wawasan, dan sistem yang mampu mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.
PropertyGuru menempatkan peran platform tepercaya sebagai penggerak terbentuknya komunitas yang sehat dan pasar properti yang berkelanjutan.
Isu kedua berkaitan dengan transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan data.
Seiring meningkatnya pemanfaatan AI dalam pemasaran, analisis pasar, dan transaksi properti, ARES 2025 menyoroti pentingnya tata kelola data dan perlindungan konsumen.
Keamanan siber menjadi perhatian utama agar inovasi teknologi tetap berjalan seiring dengan kepercayaan pengguna di pasar properti digital.
Isu ketiga adalah brand premium dan pertumbuhan branded residences.
Melalui panel bertajuk “The Brand Premium”, ARES 2025 membahas bagaimana kolaborasi antara pengembang dan merek global di sektor hospitality mampu mendefinisikan ulang nilai properti.
Baca Juga: Asia Pacific Pimpin Transformasi Ritel Global: 5 Tren Kunci dalam Laporan Colliers
Branded residences dinilai menjadi strategi diferensiasi yang efektif dalam meningkatkan daya saing proyek serta menarik minat investor dan pembeli kelas menengah-atas di Asia Pasifik.
Isu keempat menyangkut wellness, equity, dan pembangunan komunitas yang inklusif.
Summit ini menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan real estat. Isu wellness dalam desain kawasan, kesetaraan akses hunian, serta inklusivitas sosial menjadi sorotan, menandai pergeseran paradigma dari sekadar pembangunan fisik menuju penciptaan komunitas yang sehat, produktif, dan berdaya tahan.
Isu kelima adalah ketangguhan kota dan keberlanjutan perkotaan (urban resilience).
ARES 2025 menegaskan pentingnya membangun kota yang tangguh menghadapi tantangan ekonomi digital, perubahan iklim, dan dinamika global.
Baca Juga: Investasi Real Estate Komersial Asia Pasifik Tembus US$31,2 Miliar pada Q2 2025
Diskusi mencakup bangunan hijau, pembiayaan berkelanjutan, serta kebijakan inovatif yang mampu memastikan pertumbuhan kota tetap adaptif dan berjangka panjang.
Diskusi Pakar dan Perspektif Global
Summit dibuka dengan paparan makro ekonomi oleh Syetarn Hansakul, Senior Analyst The Economist Intelligence Corporate Network untuk Asia Tenggara, yang mengulas tantangan global serta prospek kawasan menjelang 2026.
Sesi Design Spotlight dipandu Simon Mitchell, Co-Founder Sybarite Architects, dengan tema “The Power of Place”, menyoroti pentingnya identitas ruang dalam meningkatkan nilai kawasan melalui proyek-proyek unggulan berskala internasional.
Isu branded residences dibahas lebih lanjut oleh para pemimpin industri hospitality, termasuk Jael Fischer (Six Senses), Lee Lin (Nobu Hospitality), Penny Trinh (Marriott International), dan Saowarin Chanprakaisi (The Ascott Limited), dalam diskusi yang dimoderatori Bill Barnett dari C9 Hotelworks.
Baca Juga: Tren Properti Akhir 2025: Harga Rumah Stagnan, Konsumen Fokus Kawasan Mobilitas Tinggi
Kepercayaan sebagai Fondasi Ekosistem Properti

Menutup rangkaian diskusi, Jules Kay, General Manager PropertyGuru Asia Property Awards and Events, menegaskan bahwa kompleksitas industri properti Asia terus meningkat dari tahun ke tahun.
“ARES menjadi ruang kolaborasi di mana teknologi dan desain bersatu—mendorong keuangan berkelanjutan, pemanfaatan data yang human-centric, serta kebijakan yang melahirkan inovasi berdampak,” ujar Jules Kay.
Ia menambahkan bahwa peran PropertyGuru melampaui sekadar menampilkan listing properti, yakni membangun kepercayaan agar kualitas keputusan meningkat dan komunitas dapat berkembang secara berkelanjutan.
Baca Juga: BSD City Kota Pelari: 31 Event Lari dan 120 Ribu Pelari, Tumbuh Hampir 40% di 2025
PropertyGuru Asia Real Estate Summit secara konsisten digelar setiap tahun sebagai bagian dari PropertyGuru Week, bersamaan dengan PropertyGuru Asia Property Awards Grand Final, dan terus menjadi forum strategis yang mengadvokasi inovasi, keberlanjutan, serta masa depan industri properti Asia Pasifik.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




