Tuesday, January 31, 2023

Menhub Apresiasi Agung Podomoro Bangun Stasiun dan Fly Over Tenjo

Fly over dibangun panjangnya sekitar 270 meter yang nantinya akan mengurangi kemacetan di sekitar perlintasan kereta api. Fly over ini ditargetkan rampung akhir 2023.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (TENJO) — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi PT Agung Podomoro Land Tbk atas dimulainya pembangunan Stasiun Ekstensi Tigaraksa dan Fly Over Tenjo. Partisipasi pihak swasta dalam mendukung konektivitas menurut Menhub sejalan dengan visi misi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian, Pemda Kabupaten Bogor, Agung Podomoro dan Pemda Tangerang yang akan membangun stasiun kereta api dan juga fly over,” kata Menhub saat meresmikan Pencanangan Pembangunan Stasiun Ekstensi Tigaraksa dan Fly Over Tenjo di kawasan Kota Podomoro Tenjo, Tenjo, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/10/2022).

Baca Juga: Grand Cikarang City 2 Raih Penghargaan Favorite Subsidized Housing Project di Ajang GPA The People’s Choice 2022

Adapun pembangunan Stasiun Ekstensi Tigaraksa dan Fly Over Tenjo ini merupakan hasil kolaborasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Agung Podomoro Land Tbk., melalui PT Mitra Abadi Utama (pengembang Kota Podomoro Tenjo).

Lebih lanjut Menhub mengatakan bahwa dari visi misi tersebut, ada tiga hal yang telah dijalankan. Pertama yaitu memastikan konektivitas masyarakat dengan baik sehingga memudahkan jangkauan aksesibilitas dari rumah ke kota atau ke tempat kerja.

“Kedua adalah mengupayakan upaya-upaya KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) ataupun tidak menggunakan APBN tapi penggunaan dana-dana swasta dan yang ketiga adalah angkutan massal menjadi suatu inisiasi kita yang akhirnya memberikan kemanfaatan bagi lingkungan kita,” terangnya.

Baca Juga: Harga Perdana, Summarecon Crown Gading Pasarkan Rumah Rp900 Jutaan

Menurut Menhub, peran swasta sangat dibutuhkan dalam mendukung program-program pemerintah. “Partisipasi seperti inilah yang dibutuhkan pemerintah di tengah pemerintah menghadapi keterbatasan APBN karena harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dan lainnya,” sebutnya.

Menhub mengajak masyarakat untuk terus menggunakan angkutan massal, tidak sebatas KRL Commuter Line saja, namun juga LRT, MRT, bus dan lainnya. “Tadi saya naik KRL dari Stasiun Palmerah ke sini tidak lebih dari 45 menit,” ungkapnya.

Kata dia, angkutan massal akan mereduksi kemacetan, mereduksi ongkos perjalanan, serta dapat menjaga lingkungan. “Oleh karena itu angkutan massal menjadi keharusan,” tegasnya.

Grand TOD Kota Podomoro Tenjo

Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk Bacelius Ruru mengatakan bahwa pembangunan Stasiun Ekstensi Tigaraksa dan fly over Tenjo merupakan bagian dari konsep Grand Transit Oriented Development (TOD) Kota Podomoro Tenjo.

“Lahan kami dengan total luas 650 hektar tentunya sangat cukup untuk pembangunan TOD. Sementara untuk fly over panjangnya sekitar 270 meter. Adanya fly over ini tentunya akan mengurangi kemacetan di sekitar perlintasan kereta api,” jelasnya. Dia melanjutkan, fly over Tenjo ditargetkan akan rampung akhir tahun 2023.

Baca Juga: Cluster Tilia di Shila at Sawangan Mulai Dibangun

Adapun Grand TOD Kota Podomoro Tenjo dibangun di lahan seluas 2,2 hektar dan terintegrasi langsung dengan Stasiun Tigaraksa. Lokasi TOD juga dekat dengan pintu gerbang Tol Cileles, yakni hanya 2 km dari ruas Tol Serpong – Balaraja. Dengan demikian, waktu tempuh menuju Jakarta menjadi 40 menit dan menuju Serpong hanya 20 menit.

Ruru menjelaskan pengembangan Grand TOD yang berkolaborasi dengan pemerintah dan BUMN ini juga akan menciptakan multiplier effect yang luas, sehingga membuka peluang lapangan pekerjaan dan berkontribusi secara ekonomi yang optimal, khususnya perekonomian daerah.

“Mewujudkan kota modern terintegrasi dengan angkutan massal juga merupakan bagian dari upaya Agung Podomoro dalam menggerakkan ekonomi yang lebih luas,” katanya.

Baca Juga: Tingkatkan Pengalaman Smart Home, Samsung Electronics Perluas Kemitraan dengan Google

Dalam kawasan ini juga terdapat area komersial, pasar modern, shuttle bus, serta park and ride. Lokasinya juga dekat dengan central business district (CBD) area di ROW terbesar Kota Podomoro Tenjo.

4.400 Rumah Sudah Terjual

Kota Podomoro Tenjo diproyeksikan sebagai The Next Serpong dimana kehadirannya akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian berkualitas dengan harga terjangkau.

Sejak diluncurkan 2 tahun lalu, Kota Podomoro Tenjo disambut sangat baik oleh masyarakat luas. Hal ini ditandai dengan terjualnya 4.400 unit rumah yang didominasi oleh kaum milenial yang membeli rumah pertama.

Baca Juga: Kawasan Kumuh di Belawan Siap Ditata Agar Layak Huni

“Pembeli kebanyakan di sekitar sini, warga Tangerang dan juga dari Serpong, karena di sana sudah mahal sehingga mereka bergeser ke Tenjo dengan harga mulai Rp200 jutaan,” kata Agung Wirajaya, Marketing Director PT Agung Podomoro Land Tbk ketika diwawancarai di lokasi yang sama.

Kota Podomoro Tenjo merupakan kawasan hunian yang dibangun di lahan seluas 650 hektar dengan berbagai tipe hunian. Tidak hanya itu, Kota Podomoro Tenjo juga dikembangkan dengan area komersial yang dijual mulai Rp600 jutaan.

Hunian Kota Podomoro Tenjo akan dilengkapi dengan beragam fasilitas, seperti club house berfasilitas premium dengan private cinema, multifunction room, indoor games, pool bar, swimming pool, fitness center, sunset deck, children playground hingga co-working space.

Baca Juga: Kolaborasi Kementerian PUPR dan Pemda Sulteng Bangun Huntap

Kawasan ini juga didukung dengan area yang masih asri dengan green belt pertama di Indonesia, yaitu area terbuka hijau yang memanjang 2,5 km dengan konsep car-free living, dimana terdapat jalur khusus sepeda (bikelane) di setiap jalan utama.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU