Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Wednesday, February 11, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

Menakar Arah Properti 2026: Kota Mandiri Pilihan Investasi Jangka Panjang

Memasuki 2026, pasar properti bergerak semakin selektif dan rasional. Kota mandiri dengan infrastruktur nyata dan pertumbuhan bertahap mulai dipandang sebagai pilihan jangka panjang yang relevan bagi end-user maupun investor.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Awal tahun 2026 ditandai dengan pasar hunian dan investasi properti yang mulai bergerak lebih matang dan selektif.

Di tengah stabilitas ekonomi dan berlanjutnya pembangunan infrastruktur, banyak pelaku pasar—baik end-user maupun investor—mulai mencermati arah properti 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang, terutama pada kawasan yang menawarkan kepastian pertumbuhan dan kualitas lingkungan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Dongkrak Konektivitas, Paramount Land Kelola Proyek MRT Lintas Timur-Barat (Kembangan-Balaraja)

Perpanjangan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir 2026 menjadi katalis penting di sisi permintaan, terutama untuk unit siap huni.

Di saat yang sama, relaksasi suku bunga acuan BI menciptakan iklim pembiayaan KPR yang lebih atraktif, dengan bank menawarkan skema bunga promosi yang kompetitif.

Stabilitas politik pasca-Pemilu 2024 juga turut meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor sepanjang 2025, menciptakan fondasi yang lebih solid untuk memasuki 2026.

Menurut Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome, tren positif pasar hunian tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh faktor fundamental yang saling menguatkan.

“Saya melihat tren ini akan berlanjut, didukung oleh kebijakan fiskal, kondisi suku bunga, stabilitas pasca-pemilu, serta pembangunan infrastruktur yang konsisten,” ujarnya kepada PropertiTerkini.com.

Kota Mandiri dan Perubahan Preferensi Hunian

Dalam lanskap properti yang semakin selektif, kota mandiri kembali menjadi sorotan karena menawarkan pendekatan hunian terintegrasi.

Konsep one-stop living memungkinkan penghuni memenuhi kebutuhan tinggal, bekerja, berusaha, hingga rekreasi dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Baca Juga: Petals Urban Market Kembali Digelar, Bukti Kota Mandiri Paramount Petals Kian Hidup

Kawasan penyangga Jakarta, khususnya Tangerang dan Bogor, mencatat pertumbuhan suplai signifikan.

Laporan Pasar Residensial Pinhome H1 2025 mencatat inventori rumah baru segmen menengah atas tumbuh 34 dibanding semester sebelumnya. Pertumbuhan ini terkonsentrasi di kota-kota mandiri yang dikembangkan secara matang.

Di barat Jakarta, Paramount Petals menjadi contoh pengembangan kota mandiri yang tumbuh bertahap dengan fokus pada realisasi infrastruktur dan fasilitas kota.

Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menyebut bahwa kota mandiri harus dibangun dengan perencanaan matang.

“Pertumbuhan kota harus sejalan dengan kebutuhan penghuninya. Karena itu, kami fokus pada tahapan pembangunan yang terukur dan berfungsi sejak awal,” ujarnya.

kawasan komersial Indica Grande Paramount Petals
Indica Grande Paramount Petals, area komersial terbesar seluas 1,8 ha yang memperkuat magnet bisnis dan investasi properti di koridor barat Jakarta. (Dok. Paramount Petals)

Baca Juga: Harga Bahan Baku Naik, Begini Strategi Sharp Hadapi Tekanan Pasar 2026

Infrastruktur dan Konektivitas sebagai Penentu Nilai

Konektivitas menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam arah properti 2026. Pembangunan infrastruktur transportasi—mulai dari jalan tol, MRT, LRT, hingga konektivitas KRL—secara konsisten meningkatkan daya tarik kawasan penyangga.

Dayu menegaskan bahwa infrastruktur adalah pendorong utama kenaikan nilai kawasan. “Aksesibilitas yang membaik selalu berdampak langsung pada minat dan nilai properti, terutama di kawasan penyangga strategis,” katanya.

Sementara data RECAP Rumah123 menunjukkan bahwa wilayah dengan minat pencarian tertinggi sepanjang 2025 didominasi kawasan dengan konektivitas kuat, seperti Tangerang (13,9 persen), Jakarta Selatan (11,4 persen), dan Jakarta Barat (9,7 persen).

Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, mencatat bahwa Tangerang menjadi lokasi paling diminati secara nasional dengan kontribusi 14,3 persen dari total pencarian.

“Faktor pendorong utamanya adalah jaringan tol utama, konektivitas ke pusat bisnis Jakarta Barat dan Selatan, serta pertumbuhan kawasan,” ujarnya.

Baca Juga: Premier Estate 3 Tambah Kiddy Pool, Hunian Ramah Anak Harga Rp1,3 M

Milestone Pembangunan dan Kota yang Berkelanjutan

Dalam menilai kota mandiri sebagai investasi jangka panjang, milestone pembangunan menjadi indikator penting.

Hingga 2026, lebih dari 1.300 unit hunian dan area komersial telah dibangun di Paramount Petals, dengan lebih dari 1.000 unit diserahterimakan dan sekitar lebih dari 600 kepala keluarga telah menghuni kawasan tersebut.

Fasilitas kota seperti Community Club, klinik kesehatan, serta area komersial dengan tenant ritel dan kuliner telah beroperasi. Pasar modern Paramount Petals dalam waktu dekat juga siap beroperasi pada 2026.

“Kota yang sehat tidak menunggu selesai seratus persen untuk hidup. Aktivitas sejak fase awal justru membentuk ekosistem sosial dan ekonomi,” jelas Chrissandy.

Baca Juga: Strategi Bisnis Centrepark 2026: Target 100 Proyek Baru dan Inovasi Parkir Pintar

Tidak hanya itu, infrastruktur kawasan hingga penghubung dengan wilayah lainnya juga terus dikebut, seperti akses langsung tol Jakarta-Tangerang KM 25 yang masuki tahap uji fungsi.

Bahkan, kota mandiri ini juga bakal dilintasi MRT Lintas Timur-Barat (Kembangan-Balaraja).

progres pembangunan akses tol Jakarta-Tangerang KM 25 Paramount Petals
Progres pembangunan akses tol Jakarta–Tangerang KM 25 yang menghubungkan langsung ke kawasan kota mandiri Paramount Petals. (Dok. Paramount Petals)

Investasi Jangka Panjang: Peluang dan Catatan Penting

Dari sudut pandang investasi, kota mandiri menawarkan potensi pertumbuhan yang relatif stabil seiring bertambahnya populasi dan fasilitas.

Namun, para pengamat mengingatkan bahwa kota mandiri adalah instrumen jangka menengah hingga panjang.

“Pasar properti kini lebih rasional. Konsumen fokus pada mobilitas, konektivitas, dan kualitas infrastruktur kawasan,” terang Marisa.

Kombinasi faktor inilah yang menjadi fondasi pemulihan dan pertumbuhan pasar properti nasional di 2026.

Baca Juga: Artotel Living World Grand Wisata Bekasi Resmi Dibuka: Hotel Seni Terintegrasi Pertama di Bekasi

Dayu menambahkan bahwa pertumbuhan suplai di kawasan penyangga menunjukkan kepercayaan pengembang terhadap permintaan jangka panjang.

“Pengembang besar kini lebih selektif, membangun kota mandiri yang matang dan terintegrasi,” katanya.

Kota Mandiri dalam Lanskap Properti 2026

Arah properti 2026 menunjukkan pasar yang lebih dewasa dan terukur. Kota mandiri dengan konektivitas kuat, infrastruktur nyata, dan komunitas yang mulai terbentuk dinilai relevan sebagai pilihan investasi jangka panjang sekaligus tempat tinggal.

Bagi masyarakat yang mencari keseimbangan antara kualitas hidup dan nilai aset, kota mandiri menawarkan pendekatan pembangunan yang lebih berkelanjutan bukan sekadar janji, melainkan pertumbuhan yang bisa dirasakan sejak hari ini.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

BERITA TERBARU

Demo Half Page