BERITA TERKAIT

Material Bangunan Aman dari Timbal: 5 Fakta Penting yang Perlu Diketahui Pemilik Rumah

Kesadaran masyarakat terhadap hunian sehat semakin meningkat pascapandemi. Pemilihan material bangunan yang aman dari timbal menjadi faktor penting melindungi kesehatan keluarga.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Material bangunan aman dari timbal kini menjadi perhatian penting seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hunian.

Survei World Economic Forum (WEF) menunjukkan 62 persen responden menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama pascapandemi, termasuk dalam memilih lingkungan tempat tinggal dan bahan bangunan yang digunakan di rumah.

Baca Juga: Renovasi Rumah Jelang Lebaran 2026: 4 Rekomendasi Lantai SPC TACO yang Bikin Hunian Lebih Hangat

Hunian tidak hanya soal desain dan estetika. Faktor lingkungan dalam rumah, termasuk material bangunan seperti cat, pipa air, hingga lantai, dapat menjadi sumber paparan zat kimia yang berpotensi berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesehatan hunian semakin relevan karena manusia menghabiskan sekitar 90 persen waktunya di dalam ruangan, menurut riset World Health Organization (WHO). Artinya, kualitas material bangunan menjadi faktor yang sangat menentukan kualitas hidup penghuni rumah.

Di Indonesia sendiri, kesadaran terkait risiko bahan kimia pada material bangunan masih terus berkembang. Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa sebagian material dekoratif rumah dapat mengandung zat berbahaya seperti timbal (lead).

Material Bangunan Aman dari Timbal Menjadi Kunci Hunian Sehat

Arsitek sekaligus urban designer Adjie Negara menegaskan bahwa desain rumah sehat tidak hanya soal bentuk bangunan, tetapi juga pemilihan material yang tepat.

Baca Juga: Terima THR Lebaran: Yuk Upgrade Rumah, IKEA Hadirkan Promo hingga 80%

“Bangunan yang kita buat harus memperhatikan banyak hal, mulai dari penempatan permukaan depan rumah agar sinar matahari masuk lebih banyak, penghawaan, sirkulasi silang, hingga penempatan elemen hijau. Semua itu bukan hanya sumber oksigen, tetapi juga stress relief yang penting untuk mental health,” jelas Adjie.

Menurutnya, pemilihan material bangunan juga harus disesuaikan dengan fungsi ruang, termasuk membedakan material untuk area outdoor dan indoor.

“Kita juga harus menghindari yang namanya threat hazard, yaitu hambatan atau risiko yang muncul akibat salah memilih material,” tambahnya.

Adjie menekankan bahwa material bangunan akan bersentuhan langsung dengan manusia, baik melalui kulit, udara yang dihirup, maupun melalui air yang mengalir di pipa rumah.

Baca Juga: Jotun Studio Balikpapan Hadir Berikan Solusi Cat Tahan Cuaca Pesisir di Kota Penyangga IKN

“Material itu akan bersentuhan langsung dengan kita yang beraktivitas di dalamnya, baik melalui kulit, pernapasan, atau kualitas air dari pipa,” ujarnya.

Karena itu, perencanaan material sebaiknya sudah diperhitungkan sejak awal pembangunan rumah, mulai dari atap, dinding, hingga lantai.

Risiko Paparan Timbal dari Material Rumah

material bangunan aman dari timbal untuk hunian sehat
Ilustrasi hunian dengan taman dalam ruang yang didukung pemilihan material bangunan aman dari timbal untuk menciptakan lingkungan rumah yang sehat. (Foto: Istimewa)

Salah satu zat yang sering menjadi perhatian adalah timbal (lead), logam yang secara alami ada di lingkungan namun dapat berbahaya jika terakumulasi dalam tubuh.

Paparan timbal dapat berasal dari berbagai material bangunan seperti pipa air atau cat yang menggunakan pigmen berbasis timbal.

Baca Juga: Diskon 70% hingga Hadiah Smart TV Meriahkan Ramadan 2026 di Grand Metropolitan Bekasi

Sayangnya, studi Bank Dunia pada 2023 menunjukkan bahwa 44,8 persen masyarakat Indonesia tinggal di rumah dengan cat berbasis timbal, sementara 57,9 persen menggunakan cat interior yang mengandung timbal, terutama pada cat dekoratif untuk besi dan kayu.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Adjie menyarankan penggunaan material alternatif yang lebih aman.

“Kalau untuk cat, kita sarankan menggunakan yang lebih banyak sumbernya dari alam, misalnya cat water-based yang non-toxic,” jelasnya.

Secara global, WHO merekomendasikan batas kandungan timbal dalam cat di bawah 90 ppm, standar yang telah banyak diadopsi di berbagai negara.

Baca Juga: Harris Hotel & Convention Serpong Resmi Dibuka: Investasi Rp400 Miliar, Tawarkan Promo Stay 3 Pay 2

Di Indonesia, regulasi juga telah mengatur pembatasan kandungan zat berbahaya dalam cat melalui Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk cat dekoratif.

Anak-anak Paling Rentan Terpapar Zat Berbahaya

Dokter spesialis anak dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K) menekankan bahwa lingkungan rumah yang sehat sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

“Anak-anak sering melakukan eksplorasi dengan bermain. Karena itu lingkungan tempat ia bermain, baik di rumah, playground, atau sekolah harus aman,” jelasnya.

Menurut dr. Reza, paparan zat berbahaya seperti timbal dapat masuk ke tubuh anak melalui debu dari cat yang terdegradasi, terutama ketika anak menyentuh permukaan dinding lalu memasukkan tangan ke mulut.

Baca Juga: 7 Rekomendasi RCBO Terbaik 2026: Tinggalkan MCB Biasa demi Rumah Anti Setrum

Paparan yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan akumulasi timbal dalam tubuh.

“Yang dikhawatirkan adalah ketika terjadi akumulasi paparan timbal sehingga meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari,” ujarnya.

Risiko kesehatan yang dapat muncul antara lain kerusakan otak, gangguan konsentrasi, kelainan saraf, hipertensi, hingga gangguan ginjal jika paparan terjadi dalam jumlah tinggi dan dalam jangka waktu lama.

Karena itu, dr. Reza menegaskan bahwa memilih material bangunan yang aman menjadi langkah pencegahan penting bagi kesehatan keluarga.

Baca Juga: BSD City Resmi Punya Jaringan 5G, Infrastruktur Digital Kota Makin Kuat

Momentum Renovasi Rumah Jadi Kesempatan Memilih Material Lebih Aman

material bangunan aman dari timbal di ruang keluarga
Ilustrasi interior ruang keluarga dengan konsep desain modern yang menggunakan material bangunan aman dari timbal untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. (Foto: Istimewa)

Di Indonesia, tren renovasi rumah menjelang Lebaran menjadi momentum bagi banyak keluarga untuk memperbaiki tampilan hunian.

Namun renovasi tidak seharusnya hanya fokus pada estetika.

Pemilihan material bangunan aman dari timbal juga dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi penghuni rumah.

Kesadaran ini semakin penting karena pembangunan rumah, apartemen, kantor, hingga fasilitas pendidikan terus meningkat.

Baca Juga: Green Cement Dorong Konstruksi Berkelanjutan: 4 Strategi Semen Merah Putih Hadapi Oversupply 56 Juta Ton

Dengan memahami risiko material bangunan dan memilih produk yang memenuhi standar keamanan seperti SNI, masyarakat dapat menciptakan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sehat bagi seluruh anggota keluarga.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page