PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) naik menjadi 350.000 unit tahun ini, mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik pertumbuhan kredit sebesar 7-9 persen year-on-year (yoy) pada 2025.
Kenaikan kuota dari 220.000 unit ini menjadi momentum penting bagi BTN yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pasar KPR subsidi.
Baca Juga: 15 Tahun Berlarut-larut, Begini Kisah Debitur Korban Restrukturisasi Cicilan KPR BTN di Depok
Berdasarkan data, BTN menyalurkan hampir 100.000 unit rumah subsidi hingga pertengahan 2025, setara dengan 78 persen dari total nasional.
“Dengan kuota FLPP yang lebih besar dan dukungan kebijakan pemerintah, kami optimistis target pertumbuhan kredit 7-9 persen bisa tercapai,” kata Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, beberapa waktu lalu. Ia menegaskan BTN tetap menjadi bank utama penyalur KPR subsidi di Indonesia.
Dominasi BTN dalam penyaluran KPR subsidi sudah lama terbukti. Dari total penyaluran KPR subsidi nasional hingga pertengahan 2025 yang mencapai 121.000 unit, sekitar 78 persen ditopang oleh BTN.
Baca Juga: Menteri PKP Hadiri Akad Massal Dan Serah Terima Kunci 1.080 Debitur FLPP
Angka ini menegaskan posisi BTN sebagai bank dengan pangsa pasar KPR subsidi terbesar di Tanah Air.
Penambahan Kuota FLPP & Dukungan Kebijakan
BTN berharap dukungan kebijakan pemerintah berupa aturan baru terkait maksimal penghasilan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) penerima program FLPP dapat membantu mendongkrak permintaan KPR Subsidi, sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan kredit BTN secara keseluruhan.
Sebagaimana diketahui, kuota FLPP 2025 dinaikkan menjadi 350.000 unit dari sebelumnya 220.000 unit.
Pemerintah juga mengeluarkan aturan baru terkait batas penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berhak mengakses KPR subsidi, dimana:
Baca Juga: Sektor Industri Jakarta Tetap Positif, Lahan Kawasan Industri Bertambah 15.850 Hektar
Rp12 juta untuk single income, dan
Rp14 juta untuk joint income (pasangan).
“Di aturan yang baru, maksimal penghasilan MBR terbagi dalam beberapa zona. Untuk Jabodetabek ditetapkan Rp12 juta untuk single income dan Rp14 juta untuk joint income bersama pasangan. Mudah-mudahan kebijakan ini dapat memperbaiki kemampuan bayar para pembeli rumah,” terang Nixon.
Kinerja Keuangan BTN Semester I-2025

Hingga semester I-2025, BTN membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh 6,8% yoy menjadi Rp376,11 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp352,06 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor perumahan, yang naik 6,2% menjadi Rp317,77 triliun dan sektor non-perumahan (non-housing loan) yang naik 10,5% yoy menjadi Rp58,34 triliun.
Selain itu, portofolio KPR subsidi BTN terus meningkat, tercatat naik 6,5 persen menjadi Rp182,17 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, KPR non-subsidi tumbuh 8,8 persen menjadi Rp110,72 triliun.
Dengan tambahan kuota FLPP dan posisi kuat di pasar, BTN menargetkan pertumbuhan kredit 7-9 persen yoy pada 2025.
Baca Juga: Ada KUR Perumahan, Menteri PKP: UMKM Naik Kelas dan Menyala
Namun, tantangan masih ada, mulai dari realisasi penyaluran yang harus digenjot hingga faktor eksternal seperti inflasi dan suku bunga.
Meski demikian, BTN yakin dengan dominasi di sektor KPR subsidi, target tersebut dapat tercapai.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com
*** Baca berita lainnya di GoogleNews



