PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kawasan Industri Greater Jakarta membuktikan ketangguhannya sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan total serapan lahan kumulatif mencapai 318 hektar.
Meski angka ini tidak sebaik capaian tahun 2024, performa pasar tetap tergolong kompetitif di tengah tantangan ekonomi global dan penyesuaian rantai pasok regional.
Baca Juga: Harga Lahan Industri 2026 Diprediksi Naik, Kini Tembus USD 177 per m² di Greater Jakarta
Isu utama saat ini adalah tren relokasi dan diversifikasi produksi di Asia melalui strategi “China +1” yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi menarik bagi investor global.
Pihak yang paling terdampak positif dari kondisi ini adalah pengembang kawasan industri di koridor Barat dan Timur Jakarta yang terus melihat adanya permintaan stabil.
Hal ini menjadi penting karena sektor industri merupakan tulang punggung ekonomi yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Selain itu, ketersediaan lahan yang matang di Greater Jakarta menjadi daya tarik utama dibandingkan negara kompetitor di kawasan regional.
Sektor terkait kendaraan listrik (EV-related) menjadi sorotan utama karena berhasil mendominasi 18% dari total serapan lahan sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Triniti Land-Artotel Teken MoU Strategis, Target Rp1,5 Triliun Recurring Revenue dalam 10 Tahun
Selain itu, sektor konstruksi alat berat, manufaktur, FMCG, dan tekstil juga muncul sebagai penyerap potensial yang menjaga dinamika pasar tetap selektif namun kompetitif.
Fenomena ini menunjukkan bahwa transformasi industri menuju keberlanjutan mulai memberikan dampak nyata pada pasar properti tanah air.
Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, menegaskan bahwa kematangan ekosistem menjadi kunci utama.
“Greater Jakarta saat ini telah tumbuh menjadi ekosistem industri yang paling matang di Indonesia, didukung berbagai infrastruktur, mulai dari akses pelabuhan dan jaringan tol, ketersediaan tenaga kerja, hingga basis permintaan domestik yang kuat,” jelas Willson.
Ia menambahkan bahwa keunggulan komparatif ini menjadi pertimbangan utama bagi investor, baik untuk fase awal maupun ekspansi lanjutan industri.
Baca Juga: RISE Luncurkan 3 Proyek Premium 2026, Target Tambahan Rp28 Miliar per Tahun
Tren Harga Lahan Kawasan Industri Greater Jakarta dan Proyeksi ke Depan
Pertumbuhan positif juga tercermin pada nilai aset, dimana rerata harga lahan industri mengalami kenaikan sebesar 2,6% secara tahunan (year-on-year).
Kenaikan harga ini terutama ditandai di wilayah strategis seperti Bogor, Karawang, Bekasi, dan Subang.
Di sektor logistik, harga sewa gudang modern di wilayah Bekasi juga mengalami pertumbuhan sekitar 2,7%, menunjukkan permintaan ruang simpan yang tetap tinggi.
Meskipun menunjukkan performa tangguh, terdapat catatan penting terkait risiko pasokan baru yang akan masuk ke pasar dalam beberapa tahun ke depan.
Koridor Timur Greater Jakarta diprediksi akan menambah ketersediaan stok lahan secara signifikan, yang berpotensi membuat kompetisi antar kawasan semakin ketat.
Investor dan pengembang perlu lebih selektif dalam memetakan kebutuhan pasar agar tingkat keterisian tetap terjaga.
Hingga akhir tahun 2025, tingkat penjualan lahan secara kumulatif berada di angka 64,7%.

Submarket seperti Cilegon-Serang, Karawang, dan Bekasi tetap menjadi primadona dengan serapan tertinggi.
Sektor konstruksi bahkan menunjukkan peningkatan aktivitas yang sangat signifikan, terutama di submarket Cilegon-Serang, sebagai dampak dari berlanjutnya proyek-proyek infrastruktur strategis.
Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, memberikan catatan mengenai arah pengembangan lahan baru.
Baca Juga: Tren Pasar Properti 2026: Peta Panas Serapan Rumah dari Tangerang ke Bekasi Terkuak
“Potensi tren pembukaan lahan baru masih mengarah ke wilayah Timur seperti Subang dan Purwakarta,” jelasnya.
Hal ini memberikan sinyal bagi pelaku industri untuk mulai melirik kawasan-kawasan penyangga baru yang menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang di tengah keterbatasan lahan di pusat industri utama.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




