Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia
Friday, February 20, 2026
Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia

BERITA TERKAIT

Hunian Vertikal, Jawaban Kota Masa Depan yang Terus Bertumbuh

Pertumbuhan kota dan keterbatasan lahan mendorong perubahan cara masyarakat memilih tempat tinggal. Hunian vertikal kini dipandang sebagai solusi rasional untuk menjawab kebutuhan hidup urban yang semakin kompleks.

PropertiTerkini.com(BEKASI) — Pertumbuhan kota yang semakin pesat, diikuti keterbatasan lahan dan tuntutan mobilitas tinggi, mendorong masyarakat mulai melirik hunian vertikal sebagai solusi tempat tinggal yang lebih efisien dan terintegrasi dengan kebutuhan hidup urban.

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, yang menilai bahwa arah permukiman ke depan perlu lebih fokus pada pengembangan hunian vertikal agar pertumbuhan kota dapat berlangsung lebih tertata dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kota Bekasi Bertransformasi Menuju Kota Metropolis

Menurutnya, kota tidak bisa terus berkembang secara horizontal tanpa memunculkan persoalan baru, mulai dari beban infrastruktur, kemacetan, hingga tekanan terhadap lingkungan.

Hunian Vertikal dan Perubahan Arah Permukiman Urban

Pertumbuhan kota selalu diikuti oleh perubahan pola bermukim warganya. Ketika lahan semakin terbatas dan jarak tempuh menjadi isu utama, hunian horizontal tidak lagi selalu menjadi pilihan paling efisien.

Dalam konteks inilah hunian vertikal mulai diposisikan sebagai bagian dari strategi penataan kota.

Dedi dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa hunian vertikal bukan sekadar pilihan bentuk bangunan, melainkan pendekatan perencanaan kota.

Kota yang tumbuh cepat memerlukan hunian yang selaras dengan mobilitas, akses layanan publik, dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Summarecon Awards 2026: Resep Jitu Penjualan Properti Melejit 27% di Era Emas

Hunian vertikal memungkinkan konsentrasi penduduk yang lebih terkelola, sekaligus mendukung efisiensi infrastruktur dan transportasi.

Apartemen tidak lagi sekadar alternatif, melainkan bagian dari solusi untuk mengurangi tekanan perluasan kota yang tidak terkendali (urban sprawl).

Perubahan gaya hidup masyarakat urban—khususnya generasi produktif—ikut memperkuat arah ini.

Kedekatan dengan pusat aktivitas, akses transportasi, serta ketersediaan fasilitas menjadi faktor utama dalam memilih hunian.

Minat Hunian Vertikal Menguat, Pasar Mulai Bergerak

The SpringLake View Apartment sebagai hunian vertikal di kawasan Summarecon Bekasi
The SpringLake View Apartment menjadi representasi hunian vertikal modern di Bekasi yang terintegrasi dengan fasilitas kawasan dan pusat aktivitas. (Foto: Dok. Summarecon)

Penguatan minat terhadap hunian vertikal juga tercermin dalam data pasar. Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, menyampaikan bahwa pasar apartemen menunjukkan perbaikan minat beli sepanjang 2025.

“Permintaan apartemen jual di Jakarta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun pasok baru relatif lebih rendah karena beberapa proyek menyesuaikan jadwal penyelesaian,” ujar Ferry dalam media breafing pada Januari lalu.

Baca Juga: Bebas Macet ke Jakarta! Jalur MRT Koridor Timur-Barat Bakal Tembus Summarecon Serpong dan Tangerang

Secara tahunan, Colliers mencatat bahwa jumlah unit apartemen yang terserap pada 2025 lebih tinggi sekitar 300 unit dibandingkan 2024.

Permintaan terutama datang dari segmen menengah dan menengah atas, yang kini menjadi tulang punggung pasar apartemen Jakarta.

Hal ini senada dengan hasil riset Rumah123, yang mencatat bahwa sepanjang semester I 2025 pasar apartemen di Jabodetabek menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid di seluruh rentang harga.

Segmen Rp3–5 miliar mencatat pertumbuhan paling signifikan sebesar 64,5%, diikuti oleh segmen di atas Rp5 miliar sebesar 63,2% serta segmen Rp1–3 miliar yang tumbuh 52,2%.

Menariknya, permintaan tidak hanya terkonsentrasi pada segmen menengah dan premium. Segmen di bawah Rp400 juta dan Rp400 juta–1 miliar juga masih membukukan pertumbuhan kuat, masing-masing sebesar 48,9% dan 40,3%.

Data ini menunjukkan bahwa kenaikan minat terhadap apartemen terjadi secara menyeluruh, baik di kelas entry-level maupun high-end.

Baca Juga: Tahun Kuda Api Memanas, KPR Take Over Jadi Solusi Jinakkan Inflasi yang Bakar Harga Rumah

Jika dibandingkan dengan semester II 2024, tren positif tersebut bahkan berlanjut dengan kenaikan di kisaran 28–44%, menegaskan bahwa permintaan apartemen meningkat secara merata di semua level harga dan mencerminkan pemulihan kepercayaan konsumen terhadap hunian vertikal sebagai instrumen tinggal maupun investasi.

Hunian Vertikal sebagai Respons Kota yang Bertumbuh

Kota-kota penyangga Jakarta menjadi contoh nyata bagaimana pertumbuhan wilayah menuntut perubahan pendekatan hunian.

Bekasi, misalnya, kini berkembang menjadi kota dengan ekosistem hunian, komersial, dan gaya hidup yang semakin lengkap dan modern.

Dalam konteks ini, pernyataan Dedi Mulyadi kembali relevan. Ia menilai bahwa kota penyangga harus mulai mengedepankan hunian vertikal agar pertumbuhan tidak menimbulkan ketimpangan ruang dan beban infrastruktur yang berlebihan.

Hunian vertikal memungkinkan pemanfaatan lahan yang lebih optimal dan mendukung konsep kota yang lebih ringkas, efisien, serta terhubung.

Baca Juga: Summarecon Mall Bekasi 2 Resmi Dibuka: Ubah Wajah Bekasi Jadi Kiblat Lifestyle Modern

Terlebih, pengembangan hunian kini semakin berkaitan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), dimana kedekatan dengan transportasi publik menjadi nilai utama.

Dengan demikian, hunian vertikal bukan sekadar pilihan individu, melainkan bagian dari arah pembangunan kota yang lebih terencana.

The SpringLake View Apartment, Jawaban Hunian Urban di Bekasi

Site plan kawasan Summarecon Bekasi yang menunjukkan lokasi The SpringLake View
Site plan Summarecon Bekasi memperlihatkan posisi strategis The SpringLake View Apartment sebagai hunian vertikal yang dekat dengan pusat komersial dan institusi pendidikan. (Foto: Dok. Summarecon)

Seiring perubahan kebutuhan masyarakat, apartemen modern tidak lagi dirancang hanya sebagai tempat tinggal.

Konsep hunian vertikal berkembang menjadi ruang hidup terpadu, yang menyatukan fungsi hunian, aktivitas harian, dan fasilitas penunjang dalam satu kawasan.

Model ini semakin diminati karena menawarkan efisiensi waktu dan kualitas hidup yang lebih baik.

Bagi penghuni, lingkungan yang sudah matang dan fasilitas yang siap pakai menjadi keunggulan utama.

Baca Juga: Strategi Pasar Properti 2026: Menakar Lonjakan Pasokan Apartemen dan Dominasi Logistik

Di Bekasi, pendekatan ruang hidup terpadu tercermin pada The SpringLake View Apartment, yang berada di dalam kawasan Summarecon Bekasi.

Apartemen ini juga diuntungkan dengan kehadiran fasilitas komersial terbaru di jantung kawasan, yakni Summarecon Mall Bekasi 2 (SMB 2) yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.

Kehadiran SMB 2 bukan hanya menambah pilihan ritel dan hiburan, tetapi juga meningkatkan traffic kawasan secara signifikan—faktor yang penting bagi nilai hunian vertikal di sekitarnya.

Dari sisi akses pendidikan, lokasi apartemen ini juga relatif dekat dengan sejumlah institusi ternama, seperti BINUS University, sekolah Al Azhar, serta BPK PENABUR.

Kedekatan dengan pusat pendidikan unggulan menjadi nilai tambah tersendiri, baik bagi keluarga muda yang mencari hunian jangka panjang maupun investor yang menyasar pasar mahasiswa dan tenaga pendidik sebagai potensi penyewa.

Ekosistem komersial yang mengitari kawasan turut memperkuat daya tariknya. Ratusan unit komersial telah beroperasi di Summarecon Bekasi—mulai dari ruko, restoran, kafe, perkantoran hingga layanan jasa—menciptakan kawasan yang hidup sepanjang hari.

Baca Juga: Buruan Cek! Klaster NuOne Grand Wisata Bekasi Jadi Incaran Keluarga Muda di Tahun 2026

Aktivitas ekonomi yang terus bergerak ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan nilai properti, karena permintaan hunian umumnya tumbuh seiring berkembangnya pusat komersial.

Dengan kombinasi pusat perbelanjaan yang terus berkembang, kedekatan dengan institusi pendidikan ternama, serta dukungan ratusan unit komersial di dalam kawasan, The SpringLake View Apartment tidak hanya menawarkan kemudahan hidup sehari-hari, tetapi juga memperkuat prospek apresiasi nilai dan stabilitas permintaan sewa di masa mendatang.

Penghuni dapat menikmati fasilitas kota tanpa harus menunggu kawasan “jadi” terlebih dahulu—sebuah faktor krusial dalam menilai kenyamanan tinggal dan potensi nilai jangka panjang.

Selain fungsi hunian, apartemen dengan konsep terpadu juga menawarkan fleksibilitas pemanfaatan unit.

Unit dapat difungsikan sebagai tempat tinggal pribadi, disewakan, atau disiapkan sebagai aset jangka menengah seiring meningkatnya permintaan hunian di kawasan urban.

Nilai tambah lainnya datang dari rencana pengembangan TOD di kawasan Summarecon Bekasi.

Baca Juga: Wisatawan Lokal Hotel Indonesia Meningkat: Ini 5 Tren Baru yang Wajib Anda Tahu

Integrasi dengan transportasi publik membuka peluang mobilitas harian yang lebih efisien tanpa harus selalu bergantung pada kendaraan pribadi.

Apartemen yang terhubung dengan pusat aktivitas kota dan jaringan transportasi seperti ini cenderung memiliki likuiditas lebih baik dibanding hunian yang tidak didukung ekosistem kawasan.

Dari perspektif investasi, hunian vertikal yang menyatu dengan kawasan komersial dan gaya hidup menghadirkan dua keunggulan utama: daya sewa yang stabil serta potensi apresiasi nilai yang berkelanjutan.

Hunian Vertikal dan Arah Kota Masa Depan

The SpringLake View Apartment sebagai hunian vertikal modern di Bekasi
The SpringLake View Apartment menghadirkan hunian vertikal yang tumbuh bersama kawasan Summarecon Bekasi dan dikelilingi ratusan unit komersial. (Dok. Summarecon)

Menguatnya minat terhadap hunian vertikal menegaskan bahwa apartemen kini menjadi bagian penting dari strategi hidup urban.

Seperti disampaikan Dedi Mulyadi, kota masa depan membutuhkan hunian yang tidak hanya layak huni, tetapi juga selaras dengan mobilitas, lingkungan, dan kualitas hidup warganya.

Hunian vertikal menjawab kebutuhan tersebut dengan menawarkan efisiensi ruang, konektivitas, dan perencanaan yang lebih terukur.

Baca Juga: Harga Rumah di Bekasi dan Depok Naik Lagi, Masihkah Worth It untuk Investasi di 2026?

Karena pada akhirnya, masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas ia berkembang, tetapi oleh seberapa cerdas ia dirancang untuk ditinggali.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page