Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Saturday, February 14, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

Dorong Kemudahan Pembiayaan MBR, Suku Bunga Kredit Ultra Mikro Diturunkan Sebesar 5 Persen

Kebijakan ini secara langsung menyasar 16,2 juta nasabah, khususnya para ibu-ibu nasabah program Mekaar PNM di seluruh Indonesia.

PropertiTerkini.com(SUMEDANG ) —  Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menurunkan suku bunga kredit ultra mikro sebesar 5 persen. Pembiayaan ultra mikro adalah pembiayaan yang didesain khusus untuk pelaku usaha ultra mikro.

Penurunan bunga tersebut diumumkan dalam acara Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang mempertemukan Kementerian PKP, BP Tapera, BRI, PNM, dan SMF sebagai bentuk sinergi memperluas akses pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelaku usaha ultra mikro, di Sumedang, Jumat (13/2/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi momentum penting dan bersejarah. Selama 10 tahun tidak pernah ada penurunan suku bunga untuk kredit ultra mikro.

Menurut Maruarar kebijakan ini secara langsung menyasar 16,2 juta nasabah, khususnya para ibu-ibu nasabah program Mekaar PNM di seluruh Indonesia.

“Mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Kita ingin mereka naik kelas, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat,” ujar Maruarar.

Rekor Akad KPP

Dalam acara tersebut juga disampaikan keberhasilan BRI berhasil mencatatkan rekor akad Kredit Program Perumahan (KPP)  sebesar Rp100,2 miliar dari 217 nasabah. Menurut Maruarar iIni bukti bahwa akses pembiayaan perumahan semakin nyata dan diminati masyarakat,

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BRI dan PNM atas kolaborasinya. Sinergi ini bukti bahwa negara hadir dan lembaga keuangan nasional berpihak kepada rakyat kecil,” ujar Maruarar.

Menurut Maruarar ektor perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat tidak bisa dipisahkan. Akses pembiayaan yang lebih ringan akan memperkuat daya beli, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk berkembang dan memiliki rumah yang layak.

 

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

BERITA TERBARU

Demo Half Page