Saturday, July 2, 2022

Bendungan Bintang Bano Siap Diresmikan Menjadi Bendungan Ketiga di NTB

Bendungan multifungsi Bintang Bano salah satu berfungsi untuk irigasi lahan pertanian seluas 6.700 hektar. Butuh total anggaran Rp1,44 triliun untuk membangun bendungan ini.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (SUMBAWA BARAT) — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), meninjau kesiapan peresmian Bendungan Bintang Bano sebagai bendungan multifungsi di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Rabu (12/1/2022).

Bendungan Bintang Bano diketahui akan menjadi bendungan ketiga di NTB yang diresmikan Presiden Jokowi setelah Bendungan Tanju pada tahun 2018 dan Bendungan Mila pada tahun 2019. “Bendungan ini juga yang terbesar dari sisi kapasitas tampungnya di NTB dengan volume 76 juta m3,” kata Basuki.

Baca Juga: Delapan Produk Smart Home Terbaru Kohler yang Dihadirkan di Ajang CES 2022

Total terdapat enam bendungan di NTB yang dibangun pada masa Pemerintahan Presiden Jokowi. Setelah Bendungan Tanju dan Mila, tiga Bendungan yakni Beringin Sila, Tiu Suntuk dan Meninting kini tengah dibangun.

Enam bendungan tersebut dikatakan Basuki merupakan bagian dari 61 bendungan yang dibangun di seluruh Indonesia, sesuai dengan visi misi Presiden Jokowi untuk ketahanan pangan, dimana kunci utamanya adalah air, disamping lahan atau sawah, benih, pupuk, dan petani.

“Bendungan multifungsi Bintang Bano manfaatnya untuk irigasi lahan pertanian seluas 6.700 hektar, padahal  4.200 hektar dulunya tadah hujan dan belum diolah dengan baik. Diharapkan dengan adanya bendungan ini akan bisa ditanami padi 2 kali dalam setahun,” ujar Basuki.

Baca Juga: Tingkatkan Suplai Air, Kementerian PUPR Bangun Bendungan Jragung

Bendungan Bintang Bano dibangun dengan total anggaran Rp1,44 triliun. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya – PT Hutama Karya – PT Bahagia Bangun Nusa (KSO). Kelak bisa selesai bendungan ini juga difungsikan untuk mengurangi banjir di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 53 persen.

“Berdasarkan laporan dari Pak Bupati Sumbawa Barat dan Wakil Bupati, saat terjadi hujan besar di daerah Taliwang, Sumbawa Barat sudah tidak terjadi banjir lagi. Apalagi nanti kalau Bendungan Tiu Suntuk selesai juga akan menambah daya kendali banjir,” papar Basuki.

Selain itu, bendungan ini juga difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk tujuh kecamatan di Sumbawa Barat berkapasitas 550 liter/detik. Terdapat potensi penghasil listrik dari tenaga air sebesar 6,6 MW, dan juga belum nanti ditambah panel surya terapung (floating panel). Tidak lupa peluang  potensi pariwisata diharapkan dari bendungan ini.

Baca Juga: Sepanjang 2021, Kementerian PUPR Rampungkan 7.075 Unit Rumah Susun

Pada tahun 2022 ditargetkan akan terdapat sembilan bendungan yang akan diresmikan, termasuk salah satunya Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa berkapasitas 27 juta m3.

“Sesuai rencana kontrak akan selesai pada tahun 2022 dengan progres saat ini 70 persen,” ujar Basuki.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU