BERITA TERKAIT

Geser Cikarang, Wilayah Serang-Cilegon Kini Pimpin Serapan Lahan Industri Greater Jakarta

Koridor Barat menunjukkan taringnya dengan mendominasi serapan lahan industri sepanjang tahun lalu. Keunggulan akses pelabuhan dan strategi harga menjadi kunci penaklukan pasar.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Peta kekuatan properti industri di sekitar Jakarta sedang mengalami pergeseran titik jenuh yang cukup signifikan. Selama berdekade-dekade, koridor Timur seperti Cikarang dan Karawang menjadi primadona tak terbantahkan bagi manufaktur global.

Namun, memasuki tahun 2026, angin perubahan berembus kencang ke arah Barat. Wilayah Serang dan Cilegon kini muncul sebagai pemimpin baru dalam serapan lahan industri di Greater Jakarta.

Baca Juga: Panduan Lengkap Investasi Properti di Koridor Barat Jakarta 2026: Cuan atau Jebakan?

Fenomena ini dipicu oleh kombinasi antara kesiapan infrastruktur pelabuhan yang strategis serta keberhasilan wilayah ini menangkap peluang dari bangkitnya industri kendaraan listrik Indonesia.

Lonjakan permintaan lahan di koridor Barat ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Di tengah penyesuaian rantai pasok regional yang dipengaruhi strategi “China + 1”, para investor global mulai mencari alternatif lokasi produksi yang lebih kompetitif.

Indonesia, sebagai salah satu tujuan utama, melihat sektor terkait kendaraan listrik atau EV-related menyerap sekitar 18 persen dari total serapan lahan industri sepanjang tahun 2025.

Menariknya, para pemain besar di sektor ini banyak yang menjatuhkan pilihan pada Serang dan Cilegon karena kematangan ekosistem industri berat dan akses logistik laut yang lebih efisien dibandingkan koridor Timur yang mulai padat.

Baca Juga: Rahasia di Balik Mal yang Tetap Ramai Saat Belanja Online Menjamur: Ternyata Bukan Diskon!

Agresivitas koridor Barat juga didukung oleh ketersediaan lahan yang masih luas dengan harga yang relatif bersaing. Berdasarkan data pasar, kisaran harga lahan industri di Greater Jakarta saat ini berada di rentang IDR 2,5 juta hingga IDR 5 juta per meter persegi.

Di tengah persaingan ketat, pengembang kawasan industri di Serang-Cilegon cenderung lebih proaktif dalam memberikan kemudahan bagi investor baru, terutama bagi industri manufaktur dan konstruksi alat berat.

Kondisi ini membuat koridor Timur, yang kini lebih banyak menghadapi tekanan dari pasokan baru yang melimpah, harus rela melihat dominasinya mulai terpangkas.

Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, menjelaskan bahwa kematangan ekosistem menjadi faktor pembeda utama.

“Greater Jakarta saat ini telah tumbuh menjadi ekosistem industri yang paling matang di Indonesia, didukung berbagai infrastruktur, mulai dari akses pelabuhan dan jaringan tol, ketersediaan tenaga kerja, hingga basis permintaan domestik yang kuat. Hal ini menjadi salah satu keunggulan komparatif yang menjadi pertimbangan utama bagi investor,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Rumah Jakarta Makin Jomplang, Selisihnya Tembus 3 Kali Lipat

Pernyataan ini menegaskan bahwa daya tarik Serang-Cilegon bukan hanya soal lahan kosong, melainkan kesiapan fasilitas pendukung yang lengkap.

Masa Depan Lahan Industri di Tengah Tantangan Pasokan Baru

Meskipun saat ini Serang-Cilegon memimpin, pasar properti industri secara keseluruhan sedang memasuki fase yang lebih selektif.

Optimisme transaksi yang terjadi sepanjang tahun lalu memang memberikan angin segar, namun tantangan berupa pasokan baru dalam jumlah besar mulai membayangi, terutama di submarket koridor Timur.

Persaingan antar kawasan industri diprediksi akan semakin tajam dalam satu hingga dua tahun ke depan. Para pengembang kini tidak hanya dituntut menyediakan lahan, tetapi juga solusi energi hijau dan fasilitas pengolahan limbah yang memenuhi standar keberlanjutan global.

Sektor industri kendaraan listrik Indonesia diperkirakan akan tetap menjadi tulang punggung serapan lahan dalam jangka menengah. Dalam lima tahun terakhir, sektor ini secara konsisten mencatatkan diri sebagai penyerap lahan tertinggi, bahkan melampaui pertumbuhan sektor pusat data (data center) yang sempat fenomenal.

Baca Juga: InnoLab LLV Buka Akses Komersialisasi Teknologi Global di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Industri dan Startup Lokal?

Integrasi antara pabrik baterai, perakitan kendaraan, hingga industri komponen pendukung di wilayah Greater Jakarta menciptakan rantai pasok yang solid. Keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dalam mendukung ekosistem energi bersih.

Terkait dengan posisi Indonesia di mata global, Willson menambahkan pentingnya menjaga performa di tengah persaingan dengan negara tetangga.

lahan Kawasan Industri GIIC di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi, relokasi pabrik china, pabrik china, kawasan industri, pabrik perusahaan china,
Kawasan Industri GIIC di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi. (Dok. SML)

“Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga performa, maka Greater Jakarta seharusnya dapat terus memetik buah meski di tengah persaingan regional yang kompetitif,” tuturnya.

Hal ini menjadi catatan penting bagi pengelola kawasan industri untuk tidak cepat berpuas diri dengan capaian saat ini, mengingat negara seperti Vietnam dan Thailand juga sangat agresif dalam memperebutkan investasi manufaktur global.

Risiko utama yang perlu diantisipasi adalah potensi perlambatan ekonomi global yang dapat mengoreksi rencana ekspansi para investor. Selain itu, ketergantungan pada beberapa sektor besar saja seperti EV dan logistik perlu diimbangi dengan diversifikasi industri manufaktur lainnya agar pasar tetap stabil.

Baca Juga: Harga Lahan Industri 2026 Diprediksi Naik, Kini Tembus USD 177 per m² di Greater Jakarta

Namun, dengan posisi Serang-Cilegon yang kini memimpin, wajah industri Indonesia di tahun 2026 terlihat lebih dinamis.

Dominasi koridor Barat bukan sekadar anomali sesaat, melainkan bukti nyata bahwa infrastruktur dan kesiapan ekosistem adalah penentu utama keberhasilan dalam menarik modal internasional.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page