Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia
Friday, February 27, 2026
Kulkas atau Lemari Es Sharp Indonesia

BERITA TERKAIT

Target Sinar Mas Land 2026: Strategi Rp10 Triliun di Tengah “Demam” Rumah Tapak

Melampaui angka tahun 2024, raksasa properti ini mengandalkan sektor residensial sebagai tulang punggung utama di tengah pergeseran gaya hidup generasi muda.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Optimisme tinggi menyelimuti industri properti nasional seiring ditetapkannya target Sinar Mas Land 2026 melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sebesar Rp10 triliun.

Angka ini mencerminkan keberlanjutan tren positif setelah perusahaan berhasil mencatatkan prapenjualan fantastis sebesar Rp10,043 triliun pada 2025 dan melampaui capaian tahun 2024 yang berada di angka Rp9,717 triliun.

Baca Juga: 25+ Universitas Inggris Jajaki BSD City: Transformasi Menuju World-Class Education Township

Stabilitas ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat, khususnya di segmen rumah tapak, masih sangat resilien terhadap dinamika ekonomi.

Dalam rincian target tahun ini, sektor residensial diproyeksikan tetap menjadi “mesin uang” utama dengan kontribusi sebesar Rp5 triliun—dimana tahun 2025 lalu mencapai Rp4,190 triliun.

Sementara itu, sektor komersial pada 2026 ditargetkan menyumbang Rp3,5 triliun, dan sisanya sebesar Rp1,5 triliun berasal dari penjualan lahan melalui skema Joint Venture (JV) Land Lot.

Pembagian ini menunjukkan strategi perusahaan yang tidak hanya mengandalkan satu pintu, melainkan memanfaatkan ekosistem kota mandiri yang mereka kembangkan secara masif.

Baca Juga: Royal Key Sinar Mas Land Bidik Penjualan Rp3,6 Triliun dari 1.400 Unit Properti

Data Leads Property menunjukan bahwa, tahun 2026, pasar rumah tapak diproyeksikan tetap tumbuh positif dengan kenaikan permintaan di kisaran 5-6% (yoy).

Menariknya, lonjakan minat kepemilikan hunian ini didominasi oleh kelompok usia 25–35 tahun.

Berdasarkan data Indonesia Property Watch, permintaan rumah di kisaran harga Rp1–2 miliar naik sebesar 18 persen.

Hal ini membuktikan bahwa bagi Milenial dan Gen Z, rumah bukan lagi sekadar impian jauh, melainkan aset investasi jangka panjang yang mulai diprioritaskan di atas konsumsi gaya hidup jangka pendek.

Pertumbuhan ini juga didukung oleh perpanjangan insentif pemerintah berupa PPN DTP hingga akhir 2026 serta suku bunga KPR yang kian kompetitif.

Sinar Mas Land melihat celah ini dengan meluncurkan program Royal Key untuk memudahkan akses pembiayaan bagi pembeli pertama.

Baca Juga: Stasiun Jatake BSD City Resmi Beroperasi, Dorong Kawasan Terintegrasi Berbasis Transportasi Massal

Dengan cadangan lahan (land bank) yang luas di lokasi strategis, perusahaan yakin target Rp10 triliun bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan proyeksi nyata dari kebutuhan pasar.

Mengupas Rahasia di Balik Optimisme Target Sinar Mas Land 2026

Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mengungkapkan bahwa pencapaian tahun lalu memberikan landasan kuat untuk tahun ini.

“Capaian Rp10,04 triliun pada 2025 adalah bukti kepercayaan pasar. Kami tetap fokus pada pengembangan di lokasi-lokasi dengan konektivitas tinggi seperti Jakarta, Tangerang, hingga Balikpapan demi menjaga momentum ini,” jelasnya dalam Sinar Mas Land Property Outlook 2026 bertajuk “Clear Signals, Confident Property Decisions for Younger Generations”, pada Rabu (25/2/2026), di The Hub Sinar Mas Land, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Buruan Cek! Klaster NuOne Grand Wisata Bekasi Jadi Incaran Keluarga Muda di Tahun 2026

Namun, ada pergeseran menarik yang diungkapkan oleh Martin Samuel Hutapea, Associate Director Leads Property Indonesia dalam kesempatan yang sama.

Martin menjelaskan bahwa properti saat ini berada dalam siklus yang aman untuk pembeli.

“Dulu orang menunda beli rumah karena merasa harganya naik terus tapi gaji flat. Sekarang, dengan tenor pinjaman yang bisa mencapai 20-25 tahun, cicilan jadi lebih masuk akal. Ini yang membuat Gen Z berani ambil keputusan,” ungkap Martin.

Pemandangan malam hari di BSD City, township terbesar dan tercepat di Indonesia yang dikembangkan oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Pemandangan malam hari BSD City, township terbesar di Indonesia, yang dikembangkan oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). BSD City mengombinasikan area perumahan, bisnis, dan komersial dengan infrastruktur smart city dan prinsip berkelanjutan. (Foto: Dok. SML)

Lebih lanjut, Martin menyoroti perubahan perilaku konsumen yang kini mencari “ekosistem” bukan hanya “bangunan”.

“Milenial sekarang punya prinsip pay yourself first. Mereka yang tadinya betah menyewa, kini mulai berhitung. Mereka mencari hunian di pinggiran kota yang punya fasilitas cafe, gym, dan akses internet stabil. Mereka ingin work from anywhere, dan pengembang yang bisa menyediakan fasilitas gaya hidup seperti inilah yang akan memenangkan pasar,” tambahnya.

Herry Hendarta, Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land, menekankan pentingnya adaptasi terhadap kebutuhan generasi baru ini.

Baca Juga: Diskon 80% IKEA Indonesia Sambut Lebaran 2026: 5 Solusi Cerdas Tata Rumah Tanpa Renovasi

“Kami terus berinovasi karena kebutuhan konsumen berkembang sangat dinamis. Strategi kami bukan hanya membangun rumah, tapi menciptakan kawasan yang berkelanjutan di mana teknologi dan kenyamanan hidup berjalan beriringan. Inilah alasan mengapa kami tetap optimis bisa mencapai kontribusi signifikan bagi industri nasional,” tutup Herry.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page