Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Thursday, February 5, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

Dongkrak Konektivitas, Paramount Land Kelola Proyek MRT Lintas Timur-Barat (Kembangan-Balaraja)

Kolaborasi strategis ini menandai langkah awal pengembangan transportasi massal yang menghubungkan Jakarta Barat hingga Kabupaten Tangerang. Proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi mobilitas warga di kawasan penyangga.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Proyek MRT Lintas Timur-Barat, resmi mendapatkan dukungan strategis dari pengembang besar Paramount Land guna mempercepat terciptanya konektivitas transportasi massal yang terintegrasi.

Dukungan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Paramount Enterprise International (Paramount Land) dan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Baca Juga: Tumbuh 711%, Produk Komersial Maggiore @ Paramount Gading Serpong Jadi Rebutan Pasar

Penandatanganan MoU dilaksanakan oleh Farchad Mahfud, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land dan Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, serta pengembang lainnya pada Rabu, 4 Februari 2026, di Balai Kota DKI Jakarta.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni, serta dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat.

Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan Fase 2 yang membentang dari Kembangan di Jakarta Barat hingga Balaraja di Kabupaten Tangerang.

Bagi masyarakat dan calon konsumen properti, inisiatif ini menjadi jawaban atas kebutuhan aksesibilitas yang selama ini menjadi tantangan utama di wilayah koridor barat Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa proyek ini merupakan langkah nyata dalam memperluas jangkauan transportasi publik melampaui batas administrasi Jakarta.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk mewujudkan transportasi publik yang modern dan terintegrasi bagi warga Jakarta serta wilayah penyangga di sekitarnya,” katanya.

Baca Juga: Akses Tol Jakarta-Tangerang KM 25 Masuki Tahap Uji Fungsi, Peluang Investasi Paramount Petals Kian Menguat

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Banten Andra Soni turut menyambut baik kolaborasi lintas provinsi ini. Menurutnya, aksesibilitas adalah kunci pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan konektivitas antara wilayah Banten dan Jakarta, sehingga dapat memberikan manfaat luas bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional,” terangnya.

Melalui sinergi ini, Paramount Land berkomitmen untuk terlibat dalam kajian awal yang mencakup aspek teknis hingga potensi pengembangan kawasan di sekitar jalur MRT.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), kehadiran jalur ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Tangerang dan jalan arteri sekitarnya secara signifikan.

Dampak Strategis bagi Kawasan Paramount Gading Serpong dan Petals

Dukungan terhadap Proyek MRT Lintas Timur-Barat ini dipastikan akan memberikan dampak langsung pada nilai strategis kawasan hunian yang dikembangkan oleh Paramount Land.

Dua proyek utama, yakni Paramount Gading Serpong dan kota mandiri Paramount Petals seluas ±400 hektar, berada pada posisi yang sangat menguntungkan karena dilintasi oleh rute transportasi modern ini.

Baca Juga: Harga Rumah di Bekasi dan Depok Naik Lagi, Masihkah Worth It untuk Investasi di 2026?

Dengan adanya stasiun MRT yang mudah dijangkau, warga di kawasan tersebut akan memiliki alternatif transportasi yang lebih cepat, murah, dan bebas macet menuju pusat bisnis di Jakarta.

Hal ini diprediksi akan meningkatkan minat investor dan pencari rumah pertama (first-time home buyers) untuk melirik kawasan Tangerang Raya sebagai lokasi tempat tinggal utama.

M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, mengungkapkan bahwa transportasi publik adalah kunci pertumbuhan kota mandiri yang berkelanjutan.

“Kehadiran moda transportasi MRT akan memberikan nilai tambah signifikan terhadap kawasan di sepanjang koridor Kembangan hingga Balaraja, khususnya seluruh proyek Paramount Land di Kabupaten Tangerang. Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen kami dalam membangun hunian yang terintegrasi,” katanya.

Secara ekonomi, kehadiran infrastruktur berbasis rel sering kali diikuti dengan kenaikan nilai aset properti di sekitarnya.

Baca Juga: Kulkas Side by Side Midea Hadir Sebagai Solusi Hemat untuk Dapur Elegan

Dengan estimasi jalur sepanjang 30 kilometer yang menghubungkan simpul-simpul ekonomi baru, kawasan Gading Serpong dan sekitarnya akan semakin matang sebagai pusat gaya hidup dan bisnis.

Peningkatan konektivitas ini tidak hanya menguntungkan dari sisi mobilitas, tetapi juga memperkuat posisi Paramount Land sebagai pengembang yang visioner dalam menghadirkan ekosistem perkotaan modern yang lengkap.

Rincian Kajian Fase 2 dan Rencana 14 Stasiun Mendatang

Pengembangan Proyek MRT Lintas Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja ini saat ini masuk dalam tahap kajian intensif yang akan berlangsung selama dua tahun ke depan.

Tim gabungan (joint working group) akan melakukan studi mendalam terkait penentuan titik-titik stasiun, integrasi antarmoda, hingga skema pendanaan yang paling efisien.

Berdasarkan rencana awal, rute ini diproyeksikan memiliki sekitar 14 stasiun dan satu depo (Depo Balaraja), yang akan dibangun dengan metode melayang (elevated) guna efisiensi lahan.

Baca Juga: Maggiore Gading Serpong, Destinasi Komersial Regional yang Tumbuh Fenomenal di Suburban Jakarta

Kerja sama dengan pengembang seperti Paramount Land menjadi sangat krusial karena pihak swasta memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan populasi di lapangan serta ketersediaan lahan untuk integrasi kawasan.

kerja sama proyek MRT Lintas Timur-Barat Kembangan-Balaraja
Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi (tengah) dan Direktur Paramount Land Chrissandy Dave (kanan) bersama Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat (kiri), menunjukkan nota kesepahaman studi potensi kontribusi proyek MRT Lintas Timur-Barat Fase 2. (Foto: Dok. Paramount Land)

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mewujudkan transportasi publik yang inklusif.

“Pembangunan MRT Jakarta harus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan jalur yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah penyangga.

Meskipun saat ini status kerja sama masih bersifat Nota Kesepahaman (MoU) yang tidak mengikat secara komersial, data-data yang dihasilkan dari kajian ini akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan fisik.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Turun ke 4,75%, Permintaan Rumah Naik Lagi: Tangerang Pimpin Pasar Properti Jabodetabek

Ke depannya, integrasi antara hunian Paramount Land dengan stasiun MRT diharapkan tidak hanya berupa jarak fisik yang dekat, tetapi juga integrasi layanan yang memudahkan penghuni.

Dengan demikian, visi “Building homes and people with heart” yang diusung Paramount Land dapat terwujud melalui penyediaan akses transportasi massal yang berkualitas bagi seluruh penghuninya.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

BERITA TERBARU

Demo Half Page