PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — 88 Plaza Balikpapan menjadi proyek baru yang menandai langkah strategis Paradise Indonesia dalam memperluas portofolio properti berbasis recurring income di luar Pulau Jawa.
Pengembangan kawasan komersial berkonsep low-density lifestyle ini diposisikan sebagai bagian dari transformasi bisnis Paradise Indonesia pada 2026, seiring target perusahaan menjaga pertumbuhan double digit dengan fokus pada profitabilitas jangka panjang.
Baca Juga: Paradise Indonesia Mantap Jaga Pertumbuhan Double Digit, Fokus Profitabilitas 2026
Masuknya Paradise Indonesia ke Balikpapan bukan sekadar ekspansi geografis, melainkan uji konsep baru yang berbeda dari karakter proyek-proyek sebelumnya yang didominasi pengembangan high density.
Melalui 88 Plaza Balikpapan, perusahaan mencoba menggabungkan fungsi komersial, pengalaman ritel, dan efisiensi aset dalam satu kawasan terintegrasi yang dirancang untuk menghasilkan arus kas berulang.
88 Plaza Balikpapan: Konsep Baru Low-Density Lifestyle
Pengembangan 88 Plaza Balikpapan dirancang sebagai kawasan komersial dengan pendekatan low-density lifestyle, menyasar aktivitas ritel, F&B, dan jasa dengan orientasi pengalaman.
Proyek baru Paradise Indonesia yang rencananya akan diluncurkan tahun 2026 ini dikembangkan secara bertahap dengan total luas lahan 8 hektar.
Pembangunan tahap pertama di lahan sekitar 3 hektar, dengan fase awal seluas 1 hektar yang mulai dikembangkan sebagai kawasan komersial.
Baca Juga: Maggiore Gading Serpong, Destinasi Komersial Regional yang Tumbuh Fenomenal di Suburban Jakarta
Proyek ini berada di lokasi strategis, hanya selangkah menuju ke BSCC (Balikpapan Sport and Convention Center) Dome, gedung olahraga dan konvensi utama di Balikpapan.
Lebih dari itu, kota Balikpapan kini juga berperan sebagai gerbang ekonomi Kalimantan Timur dan penyangga utama kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Lokasinya sangat strategis, hanya 8 menit ke Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan dekat sekali dengan DOME Balikpapan,” kata Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Kedekatan dengan bandara serta jaringan jalan utama membuat kawasan ini memiliki potensi kuat sebagai simpul aktivitas komersial dan jasa.
Bagi pelaku usaha, faktor lokasi ini menjadi nilai tambah penting karena mendukung visibilitas dan kemudahan akses, baik bagi konsumen lokal maupun pendatang.
Berbeda dengan pusat perbelanjaan konvensional bertipe mal tertutup, 88 Plaza Balikpapan mengusung konsep deretan ruko modern dalam satu kompleks terkurasi.
Desain fasad, tata ruang, serta house rules yang ketat disiapkan untuk memastikan kawasan tetap berfungsi sebagai destinasi komersial dan gaya hidup, bukan sekadar area perdagangan biasa.
“Kebanyakan ruko di Balikpapan masih dengan desain tradisional, maka kami hadirkan dengan fasad ruko modern dan kekinian. Konsep kami lebih kuat, bahkan belum ada di Balikpapan,” tambah Anthony. Menurutnya, proyek ini menjadi proof of concept baru bagi perusahaan.

(Foto: Dok. Paradise Indonesia)
Ke depan, setelah fase komersial berjalan optimal, pengembang telah menyiapkan rencana pengembangan lanjutan berupa hotel serta kawasan residensial bertipe mid-rise, yang akan memperkuat ekosistem kawasan sekaligus memperluas sumber recurring income.
“Rencana ke depannya, kami juga akan bangun hotel dan residential tetapi lebih ke mid-rise bukan high-rise,” tegas Anthony.
Baca Juga: Rusun Subsidi Meikarta Masuki Tahap Land Clearing
Kombinasi fungsi komersial, hotel, dan hunian ini diharapkan menciptakan kawasan mixed-use low-density yang saling mendukung.
Strategi ini sejalan dengan visi Paradise Indonesia untuk membangun aset yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga berkelanjutan secara operasional.
Proyek Berjalan Paradise Indonesia
Pengembangan 88 Plaza Balikpapan tidak berdiri sendiri. Proyek ini menjadi bagian dari portofolio Paradise Indonesia yang pada 2025–2026 berada dalam fase penguatan aset dan transformasi pendapatan.
Pada 2025, perusahaan telah menyelesaikan sejumlah proyek strategis, termasuk Antasari Place di Jakarta Selatan yang terintegrasi dengan Citadines Antasari Jakarta, serta perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung.
Baca Juga: 23 Paskal Extention Bandung Dorong Bandung Jadi Kota Global

Sementara itu, proyek 23 Semarang Shopping Center menjadi salah satu kontributor baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
Proyek pusat perbelanjaan di Semarang tersebut mengalami pengembangan dari rencana awal, dengan luas area sewa bersih meningkat dari sekitar 37.000 meter persegi menjadi 48.000 meter persegi, seiring tingginya minat pasar.
Baca Juga: 81 Unit Komersial Terakhir, Maggiore Signature West Resmi Diluncurkan di Paramount Gading Serpong
Kombinasi proyek-proyek ini menunjukkan arah strategi Paradise Indonesia yang tidak hanya mengejar ekspansi, tetapi juga memastikan setiap aset memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan berulang perusahaan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com







