Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal
Monday, January 26, 2026
Pintu Baja Fortress, Canggih untuk Keamanan Rumah Maksimal

BERITA TERKAIT

ICBT 2025: Pameran Teknologi Pemeliharaan Fasilitas, Smart Building, dan Sustainability

Green Cement Dorong Konstruksi Berkelanjutan: 4 Strategi Semen Merah Putih Hadapi Oversupply 56 Juta Ton

Transformasi green cement menjadi strategi Semen Merah Putih menjaga kualitas dan daya saing industri semen nasional.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Green cement menjadi strategi utama PT Cemindo Gemilang Tbk melalui brand Semen Merah Putih dalam menjaga daya saing industri material konstruksi nasional, di tengah tekanan oversupply lebih dari 56 juta ton dan utilisasi pabrik yang masih bertahan di kisaran 54 persen sepanjang 2025.

Di saat industri semen nasional menghadapi perlambatan permintaan dan ketatnya regulasi lingkungan, Semen Merah Putih memilih jalur transformasi struktural dengan menjadikan keberlanjutan sebagai fondasi bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Batam Jadi Tolok Ukur Adopsi Green Cement Nasional, 90% Pelaku Konstruksi Sudah Aplikasikan

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga diarahkan untuk menjaga kualitas produk, efisiensi biaya, serta relevansi terhadap kebutuhan pembangunan nasional.

Keberlanjutan sebagai Model Bisnis, Bukan Sekadar Inisiatif Tambahan

Manajemen Semen Merah Putih menegaskan bahwa praktik keberlanjutan kini telah terintegrasi langsung dalam cara perusahaan beroperasi.

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menyampaikan bahwa sustainability tidak lagi diposisikan sebagai program tambahan, melainkan sebagai kerangka kerja industri.

Menurut Surindro, Semen Merah Putih membangun praktik keberlanjutan melalui empat pilar utama, yakni process, product, people, dan planet, agar transformasi yang dijalankan bersifat holistik dan tidak mengorbankan kualitas konstruksi.

Baca Juga: Jotun Flagship Store Medan Hadirkan Tren Warna Soulful Spaces 2026

Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan industri semen tetap relevan di tengah perubahan kebijakan dan ekspektasi pasar.

Strategi tersebut terbukti memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan. Pada 2025, Semen Merah Putih mencatat pertumbuhan sekitar 4,2 persen di wilayah operasional utama, di saat penjualan semen domestik secara nasional justru turun sekitar 1,5 persen dari 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025.

Efisiensi Energi dan Logistik Jadi Fondasi Ketahanan Operasional

Sebagai bagian dari transformasi proses, Semen Merah Putih memperkuat efisiensi energi melalui pengoperasian Waste Heat Recovery System (WHRS) dengan kapasitas 2 x 15 MW di Indonesia dan 13 MW di Vietnam.

Sistem ini mampu menyuplai sekitar 24 persen kebutuhan energi produksi klinker dan menekan emisi hingga 100 ribu ton COâ‚‚ per tahun.

Baca Juga: LIXIL Kukuhkan Kepemimpinan Desain lewat ReMarkable Award Singapura

Dalam periode 2016–2024, intensitas emisi karbon perusahaan berhasil diturunkan sekitar 21 persen per ton semen, seiring penerapan optimasi premix, efisiensi energi hingga 3 kWh per ton klinker, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.

Efisiensi juga diperluas ke sektor logistik melalui penggunaan 17 unit truk listrik di area quarry dan 23 forklift listrik, yang secara agregat menurunkan emisi sekitar 8.500 ton COâ‚‚ per tahun.

Langkah ini mempertegas bahwa efisiensi operasional kini menjadi variabel strategis dalam menjaga daya saing industri semen.

Green Cement dan Inovasi Produk Dorong Pertumbuhan Pasar

Transformasi proses tersebut diterjemahkan langsung ke dalam strategi produk melalui penguatan portofolio green cement (semen hijau).

Semen Merah Putih mendorong adopsi produk seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield, yang dirancang dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan performa konstruksi.

Baca Juga: Cat Heatgard Hadirkan Ruang Belajar Lebih Sejuk di Pandeglang, Suhu Turun hingga 20°C

Saat ini, porsi produk non-OPC dalam portofolio Semen Merah Putih telah mencapai 81 persen, melampaui rata-rata industri yang masih berada di kisaran 71 persen.

Seluruh produk tersebut juga telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GBCI) dengan mayoritas peringkat Platinum.

General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menyampaikan bahwa transisi menuju material konstruksi berkelanjutan kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan industri.

Produk hydraulic cement seperti FLEXIPLUS bahkan mencatat pertumbuhan 636,5 persen sepanjang 2025, dan ditargetkan tumbuh 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya permintaan material ramah lingkungan.

Kolaborasi Pemerintah dan Industri di Tengah Tantangan Perumahan Nasional

Dari sisi kebijakan, Kementerian Perindustrian memandang 2026 sebagai fase krusial transformasi menuju industri hijau berdaya saing.

Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Apit Pria Nugraha, menilai bahwa inovasi industri hijau harus memberikan dampak nyata terhadap efisiensi sumber daya dan daya saing nasional.

Baca Juga: Samera Djohor Hadirkan Damara 2, Hunian Bebas Banjir di Medan dengan Nilai Investasi Tinggi

Sementara itu, tantangan perumahan nasional juga menjadi perhatian. Kepala Subdirektorat Wilayah I Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Adji Krisbandono, menegaskan bahwa backlog perumahan di kawasan perkotaan masih signifikan, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sehingga kualitas material konstruksi menjadi faktor krusial dalam pembangunan jangka panjang.

kolaborasi industri semen dan pemerintah
Perwakilan industri semen dan pemerintah berfoto bersama dalam acara sustainability & business update Semen Merah Putih yang membahas pengembangan green cement.
(Foto: Dok. Semen Merah Putih)

Momentum 15 Tahun Cemindo Gemilang dan Penguatan Pilar People

Memasuki usia 15 tahun, Cemindo Gemilang turut memperkuat pilar people melalui berbagai program pengembangan SDM dan ekosistem konstruksi, mulai dari Mandor Pintar Institute, specifier roadshow, hingga program apresiasi bagi karyawan, distributor, dan komunitas konstruksi.

Manajemen menegaskan bahwa transformasi industri tidak dapat berjalan sendiri.

Baca Juga: Menuju 2030, Investasi Data Center Global Tembus USD 3 Triliun, Indonesia Kian Dilirik Investor

Keberlanjutan, menurut Semen Merah Putih, bukan hanya soal teknologi dan efisiensi, tetapi juga tentang membangun kemitraan jangka panjang yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Pameran Teknologi Pendinginan, Ventilasi, Pemanas, dan Efisiensi Energi (Refrigeration & HVAC Indonesia)

BERITA TERBARU

Demo Half Page