PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pasar apartemen Jakarta Selatan mengukuhkan posisinya sebagai lokasi primadona dalam sektor hunian vertikal di Q3 2025, mendominasi pasok baru dan menyasar segmen kelas menengah atas.
Analisis dari Colliers Indonesia menunjukkan bahwa meskipun pasok baru stabil, daya serap pasar menunjukkan optimisme, didorong oleh metode pembayaran yang semakin fleksibel, di mana Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) menjadi pilihan utama konsumen.
Baca Juga: Citadines Antasari Place Soft Opening, Paradise Indonesia Perkuat Portofolio dengan 26 Proyek Ikonik
Di Jakarta, total pasok apartemen strata mencapai 228.000 unit. Sementara itu, total serapan apartemen sepanjang tahun 2025 sudah menunjukkan angka yang lebih baik, naik 13% dibandingkan total serapan tahun sebelumnya.
Fakta Menarik Apartemen Jakarta Selatan Pimpin Pertumbuhan
Meningkatnya serapan properti hunian vertikal menandakan adanya kepercayaan konsumen, terutama dari segmen pasar yang memiliki daya beli yang kuat.
Dinamika ini didukung kuat oleh faktor lokasi strategis dan ketersediaan skema pembayaran yang inovatif, yang secara kolektif membentuk landasan optimisme bagi pengembang dan investor di Jakarta.
Baca Juga: 7 Keunggulan Arumaya Financial Center, Gedung Perkantoran Ramah Lingkungan di TB Simatupang
Berikut beberapa fakta menarik soal pertumbuhan apartemen di Jakarta Selatan:
1. Jakarta Selatan: Magnet Baru Kelas Menengah Atas
Aktivitas pasok baru (apartemen yang selesai dibangun dan mulai dipasarkan) paling signifikan terjadi di wilayah Jakarta Selatan, yang diperkirakan akan menyumbang 50% dari total pasok baru antara tahun 2025 hingga 2027.
Hal ini menegaskan bahwa pasar Jakarta saat ini digerakkan oleh kebutuhan segmen berdaya beli tinggi.
“Kelas menengah atas adalah penggerak utama pasar apartemen saat ini. Mereka mencari lokasi yang matang, terutama di Jakarta Selatan, yang menawarkan aksesibilitas dan fasilitas lengkap,” jelas Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia.
Baca Juga: Gerai Ritel HAPIMART, Ekspansi Ke-5 Hadir di ITC Kuningan, Jakarta
Menurut Ferry, fokus pengembang pada segmen premium ini membuat harga jual apartemen rata-rata di Jakarta tetap stabil, dan bahkan mengalami kenaikan tipis di beberapa proyek high-end.
2. KPA Dominasi Pembayaran, PPN DTP Jadi Harapan Baru
Salah satu faktor kunci yang mendukung serapan pasar adalah fleksibilitas pembayaran. Data Q3 2025 menunjukkan bahwa:
- Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) menjadi metode pembayaran paling dominan, menguasai sekitar 44% dari total transaksi.
- Pembayaran bertahap kepada pengembang mengikuti di posisi kedua.
Baca Juga: Ribuan Pengunjung Padati Petals Urban Market ke-4, Ramaikan Sentra Kuliner Baru Petals Taman Rasa
Fenomena dominasi KPA menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih memanfaatkan fasilitas perbankan dan suku bunga yang kompetitif untuk membeli unit, dibandingkan dengan membayar tunai keras.
Meskipun demikian, sektor properti sangat menantikan kebijakan pemerintah. Pasar mengharapkan perpanjangan atau stimulus lanjutan dari PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk meningkatkan daya serap di sisa kuartal tahun ini.
Kebijakan ini dinilai krusial untuk menarik minat pembeli dan mempercepat penjualan unit-unit yang tersedia (existing stock).
3. Serviced Apartment: Keterisian Naik, Harga Sewa Stabil
Baca Juga: Harga Rumah Seken di Depok Naik 3,8%, Tertinggi di Jabodetabek

Di pasar serviced apartment (apartemen servis), tingkat hunian (occupancy rate) menunjukkan perbaikan, terutama di lokasi-lokasi utama. Namun, tarif sewa rata-rata per malam atau per bulan masih relatif stabil.
“Meskipun okupansi serviced apartment meningkat, pemilik properti masih harus menghadapi persaingan yang ketat, yang menjaga agar tarif sewa tidak melonjak tajam,” tambah Ferry.
Persaingan datang tidak hanya dari serviced apartment konvensional tetapi juga dari penyewaan jangka pendek berbasis online yang kian populer.
Baca Juga: Ruko Waterfront Pertama Hadir di District East Karawang, Peluang Investasi Mulai Rp1,5 Miliar
Dengan fokus yang jelas pada kualitas, lokasi premium seperti apartemen Jakarta Selatan, dan dukungan kebijakan fiskal, sektor properti hunian diperkirakan akan mempertahankan momentum positifnya hingga akhir tahun, meskipun dengan kecepatan yang terukur.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com






