Friday, December 9, 2022

7 Infrastruktur Strategis di NTT Selesai Dibangun oleh Kementerian PUPR

Ketujuh infrastruktur untuk meningkatkan kualitas permukiman, penataan Destinasi Pariwisata Super Prioritas, penyediaan air bersih, dan pengelolaan sampah.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (KUPANG) — Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menandatangani 7 prasasti tanda selesainya pembangunan infrastruktur strategis di NTT, Sabtu malam (1/10/2022). Keseluruhan infrastruktur tersebut, kecuali SPAM Kali Dendeng, telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebelumnya.

Tujuh infrastruktur yang telah selesai merupakan upaya untuk terus meningkatkan layanan infrastruktur publik, mencakup Penataan Kawasan Pulau Rinca Taman Nasional Komodo, Penataan Kawasan Marina Labuan Bajo, Penataan Kawasan Kota Kupang, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II, SPAM Kali Dendeng, Sistem Pengelolaan Sampah Warloka, dan Penataan Kawasan Kumuh Oesapa.

Baca Juga: Sempat Terkendala Lahan, Bendungan Manikin Ditargetkan Rampung Awal 2024

Basuki mengatakan, penandatanganan prasasti ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas infrastruktur yang sudah selesai dibangun, di mana tertera juga nama kontraktor dan konsultan. Ini sebagai bukti pertanggungjawaban siapa yang membangun, jika suatu saat dibutuhkan datanya bisa ditelusuri.

“Seperti halnya waktu akan merenovasi bangunan gedung pada Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) kita membutuhkan menelusuri dokumen pembangunan awalnya,” kata Basuki.

Ketujuh infrastruktur tersebut dibangun Kementerian PUPR sebagai prasarana dasar untuk meningkatkan kualitas permukiman, penataan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), penyediaan air bersih, dan pengelolaan sampah.

Baca Juga: Tekan Biaya Logistik, Kualitas Jalan Nasional di Maluku Utara Ditingkatkan

Salah satu infrastruktur tersebut adalah SPAM Kali Dendeng Kota Kupang yang dikunjungi Menteri Basuki pada saat yang sama. SPAM yang dibangun pada tahun 2020 hingga 2022 dengan biaya Rp173,39 miliar tersebut memiliki kapasitas 150 liter/detik.

“Dengan kapasitas sebesar itu bisa untuk melayani 12.000 Sambungan Rumah (SR). PDAM di Kota Kupang sekarang baru punya 1.600 SR, kami Kementerian PUPR membantu membangun 1.000 SR. Saya minta kepada Pemerintah Kota optimalkan SPAM yang sudah dibangun ini,” ujar Basuki.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan bahwa penandatanganan prasasti akan melengkapi infrastruktur yang sudah diresmikan dan ditandatangani prasastinya oleh Presiden RI Joko Widodo maupun untuk infrastruktur strategis lainnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Target Bangun PSU untuk 27.825 Rumah Subsidi di 2023

“Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai provinsi, Bapak Menteri Basuki sudah dan akan menandatangani prasasti infrastruktur strategis bersama mitra kerja, seperti sebelumnya di Papua, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan,” ujar Endra.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU